UNJUNJ

Jurnal Sains GeografiJurnal Sains Geografi

Jakarta, which has been the capital city for more than 70 years, as well as Java Island with all its existing problems such as disaster-prone areas and increasing population density due to migration, urged to move the National Capital to East Kalimantan after about three years of research on suitable areas for the IKN area, thus choosing the North Penajam Paser Regency area as the core area and part of Kutai Kartanegara Regency. But the relocation of the national capital named Nusantara will have a negative impact on the environment. The purpose of this research is to find out how land use changes in the IKN core area in Penajam Paser Utara Regency by comparing land use in 2019 before the IKN project and in 2023 where the project operates from 2022, by calculating the land area using a geographic information system through spatial data obtained using Landsat 8 image data and similar literature studies as a reference for image analysis for land use in the central area of the Nusantara State Capital. The results obtained from image analysis and land area calculations are a decrease in the area of forests and oil palm plantations and an increase in the area of grasslands, which are used for development that will continue until 2045.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat peningkatan dan penurunan luasan lahan di wilayah inti Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dari tahun 2019 hingga tahun 2023.Peningkatan lahan terjadi pada permukiman, sawah irigasi, ladang/tegalan, dan padang rumput, sementara penurunan luasan lahan terjadi pada hutan dan kebun sawit.Pemindahan IKN ke Kalimantan Timur, khususnya di Kabupaten Penajam Paser Utara, menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, namun pemerintah berupaya meminimalkan kerusakan melalui konsep forest city.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai dampak sosial ekonomi pemindahan IKN terhadap masyarakat lokal, termasuk perubahan mata pencaharian dan potensi konflik lahan. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas konsep forest city dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati di wilayah IKN. Ketiga, penting untuk mengkaji strategi mitigasi risiko bencana di wilayah IKN, mengingat Kalimantan Timur memiliki potensi bencana seperti banjir dan kebakaran hutan, serta bagaimana strategi tersebut dapat diintegrasikan ke dalam perencanaan pembangunan IKN. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif dan berkontribusi pada pembangunan IKN yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Read online
File size853.52 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test