UNJUNJ

Jurnal Sains GeografiJurnal Sains Geografi

Kekurangan air merupakan masalah lingkungan serius yang berdampak pada banyak negara di seluruh dunia. Salah satu solusi yang digunakan untuk mengatasi masalah kekurangan air adalah penyemaian awan. Penyemaian awan atau cloud seeding adalah teknologi yang bertujuan meningkatkan curah hujan dengan menambahkan bahan kimia tertentu ke dalam awan. Penyemaian awan dapat meningkatkan curah hujan hingga 10%, yang dapat mendukung kebutuhan air bagi rumah tangga tambahan dalam setahun. Tujuan dari literature review ini, untuk mengidentifikasi metode penyemaian awan yang paling efektif. Pencarian dilakukan menggunakan basis data SCOPUS. Artikel yang ditemukan kemudian diseleksi berdasarkan judul, kata kunci, dan abstrak untuk memastikan kesesuaian dengan topik kajian, sehingga terpilih 7 artikel yang relevan. Dari literature review yang dilakukan didapatkan hasil bahwa telah banyak ditemukan berbagai metode penyemaian awan, seperti and penyemaian Awan WRF (Weather Research and Forecasting), dan penyemaian awan ECMWF. Berdasarkan hasil analisis kelebihan dan kekurangan dari ketiga metode penyemaian awan tersebut metode penyemaian awan yang paling efektif adalah metode WRF karena metode ini sangat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan berbagai kondisi cuaca dan topografi.

Berdasarkan tinjauan literatur yang telah dilakukan dengan menganalisis 7 artikel relevan terdapat beberapa metode yang digunakan untuk penyemaian awan yakni metode penyemaian awan WRF (Weather Research and Forecasting), penyemaian awan higroskopis, dan penyemaian awan ECMWF.Berdasarkan hasil analisis kelebihan dan kekurangan dari ketiga metode penyemaian awan tersebut metode penyemaian awan yang paling efektif adalah metode WRF karena metode ini sangat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan berbagai kondisi cuaca dan topografi.Selain itu dari ke tujuh artikel relevan yang dianalisis 4 di antaranya menerapkan metode WRF.Sehingga metode WRF efektif untuk penyemaian awan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara metode WRF dan metode penyemaian awan lainnya, seperti higroskopis dan ECMWF, untuk menentukan metode mana yang paling efektif dalam meningkatkan curah hujan di berbagai kondisi cuaca dan topografi. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada analisis dampak lingkungan dari penggunaan bahan kimia dalam penyemaian awan, serta mengkaji dampaknya terhadap produktivitas pertanian dan kualitas tanah. Dalam konteks perubahan iklim, pemahaman yang lebih dalam tentang teknik penyemaian awan sangat penting untuk mengelola cuaca ekstrem dan mengurangi dampak bencana alam. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi strategi optimalisasi penyemaian awan yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

  1. Journal of Korean Society for Atmospheric Environment. journal korean society atmospheric environment... doi.org/10.5572/KOSAE.2023.39.3.335Journal of Korean Society for Atmospheric Environment journal korean society atmospheric environment doi 10 5572 KOSAE 2023 39 3 335
  2. ACP - Evaluation of hygroscopic cloud seeding in warm-rain processes by a hybrid microphysics scheme... acp.copernicus.org/articles/23/10423/2023ACP Evaluation of hygroscopic cloud seeding in warm rain processes by a hybrid microphysics scheme acp copernicus articles 23 10423 2023
Read online
File size756.69 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test