JQWHJQWH
Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's HealthStunting adalah konsekuensi dari malnutrisi selama kehamilan dan masa bayi, yang menyebabkan kegagalan pertumbuhan dan gangguan perkembangan kognitif. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, seperti status gizi ibu, pola pemberian ASI, berat badan lahir rendah (BBLR), panjang lahir, dan riwayat penyakit neonatal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor risiko dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Semen, Kabupaten Kediri, tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain korelasional, dengan variabel independen berupa faktor risiko dan variabel dependen berupa kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan, dengan pengumpulan data dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Semen, Kabupaten Kediri, pada Agustus 2023. Sampel dipilih menggunakan teknik simple random sampling, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk variabel skala ordinal dan regresi logistik untuk analisis faktor. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang signifikan terkait dengan stunting meliputi riwayat pemberian ASI, berat badan lahir rendah (BBLR), dan panjang lahir, dengan BBLR sebagai faktor risiko terkuat (RR = 2,19). Oleh karena itu, program pencegahan stunting seharusnya berfokus pada pemberian ASI eksklusif, pencegahan BBLR, dan intervensi gizi pada ibu hamil untuk meningkatkan panjang lahir. Pencegahan stunting memerlukan pendekatan holistik dari masa pra-kehamilan hingga masa balita, dengan penekanan pada pencegahan BBLR, pemberian ASI eksklusif, dan panjang lahir optimal. Keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat untuk memastikan intervensi yang berkelanjutan dan efektif.
Pencegahan stunting memerlukan pendekatan holistik dari pra-kehamilan hingga masa balita.Berat badan lahir rendah (BBLR) sebagai faktor risiko utama harus dicegah dengan optimalisasi kesehatan ibu hamil.Fokus utama dalam penurunan angka stunting adalah pemberian ASI eksklusif dan panjang badan lahir optimal, serta keterlibatan kolaboratif antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat untuk menjamin keberlanjutan dan efektivitas program.
Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas intervensi gizi berbasis komunitas bagi remaja putri pra-kehamilan untuk mencegah malnutrisi kronis dan dampaknya terhadap panjang badan lahir serta risiko stunting di masa depan. Kedua, diperlukan studi lanjutan yang menguji pengaruh pendampingan intensif oleh kader kesehatan terhadap keberhasilan ASI eksklusif pada ibu bekerja di daerah pedesaan, termasuk hambatan struktural seperti waktu menyusui dan dukungan tempat kerja. Ketiga, perlu dikaji secara longitudinal bagaimana kombinasi faktor lingkungan rumah tangga (seperti akses air bersih, sanitasi, dan keragaman pangan) memodifikasi dampak BBLR terhadap kejadian stunting, guna mengidentifikasi intervensi terpadu yang lebih holistik dan kontekstual. Penelitian-penelitian ini dapat memperdalam pemahaman tentang faktor determinan stunting di tingkat lokal dan membantu merancang program pencegahan yang lebih tepat sasaran. Dengan fokus pada pendekatan preventif sejak dini, penguatan sistem pendukung menyusui, dan intervensi lingkungan yang terkoordinasi, diharapkan dapat ditemukan strategi baru yang lebih efektif dalam menurunkan prevalensi stunting di wilayah berisiko tinggi seperti Kediri. Semua ide penelitian ini mempertimbangkan temuan utama dari studi sebelumnya dan mengembangkannya ke arah yang lebih aplikatif dan kontekstual tanpa menambahkan informasi dari luar dokumen.
- The Relationship Between Risk Factors And Stunting Incidence In Children Aged 24-59 Months In The Working... jqwh.org/index.php/JQWH/article/view/273The Relationship Between Risk Factors And Stunting Incidence In Children Aged 24 59 Months In The Working jqwh index php JQWH article view 273
- Exclusive Breastfeeding Protects Young Children from Stunting in a Low-Income Population: A Study from... mdpi.com/2072-6643/13/12/4264Exclusive Breastfeeding Protects Young Children from Stunting in a Low Income Population A Study from mdpi 2072 6643 13 12 4264
| File size | 133 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG Stunting masih menjadi masalah gizi yang menonjol di Indonesia, termasuk di Kota Kupang dengan prevalensi mencapai 31,9%. Penelitian ini bertujuan menganalisisStunting masih menjadi masalah gizi yang menonjol di Indonesia, termasuk di Kota Kupang dengan prevalensi mencapai 31,9%. Penelitian ini bertujuan menganalisis
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan responden dan data sekunder yang dikumpulkan dari kohort balita dan bukuData yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan responden dan data sekunder yang dikumpulkan dari kohort balita dan buku
UNWUNW Sementara itu, berdasarkan indikator BB/U, sebagian besar balita memiliki berat badan normal, namun masih dijumpai balita dengan berat badan kurang sertaSementara itu, berdasarkan indikator BB/U, sebagian besar balita memiliki berat badan normal, namun masih dijumpai balita dengan berat badan kurang serta
UMSBUMSB 003, sedangkan untuk kelompok kontrol peningkatan berat badan bayi tidak signifikan denggan p-value 0. 927. Diskusi: Dishcarge planning berbasis knowlage003, sedangkan untuk kelompok kontrol peningkatan berat badan bayi tidak signifikan denggan p-value 0. 927. Diskusi: Dishcarge planning berbasis knowlage
JQWHJQWH Mayoritas responden (72%) telah menjalani pemeriksaan laboratorium hepatitis B selama kehamilan, sedangkan 28% belum melakukannya. Terdapat hubungan yangMayoritas responden (72%) telah menjalani pemeriksaan laboratorium hepatitis B selama kehamilan, sedangkan 28% belum melakukannya. Terdapat hubungan yang
JQWHJQWH HIV/AIDS remains a global health challenge, particularly in maintaining the quality of life for People Living with HIV/AIDS (PLWHA) undergoing antiretroviralHIV/AIDS remains a global health challenge, particularly in maintaining the quality of life for People Living with HIV/AIDS (PLWHA) undergoing antiretroviral
JURNALUNIV45SBYJURNALUNIV45SBY Asupan zat gizi yang adekuat adalah komponen penting yang memengaruhi kehidupan, kesehatan, dan perkembangan di semua tahap kehidupan manusia. Anak-anakAsupan zat gizi yang adekuat adalah komponen penting yang memengaruhi kehidupan, kesehatan, dan perkembangan di semua tahap kehidupan manusia. Anak-anak
JQWHJQWH Insiden sepsis neonatal dini pada bayi baru lahir diketahui sebagian besar berada dalam kategori tidak ada sepsis neonatal dini (69,2%). Terdapat hubunganInsiden sepsis neonatal dini pada bayi baru lahir diketahui sebagian besar berada dalam kategori tidak ada sepsis neonatal dini (69,2%). Terdapat hubungan
Useful /
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen dan desain kontrol non-ekuivalen post-test only. Populasi penelitianMetode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen dan desain kontrol non-ekuivalen post-test only. Populasi penelitian
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Ada peningkatan pelaksanaan program P4K setelah penggunaan aplikasi The Asian Parent. Skor pretest rata-rata untuk pelaksanaan P4K pada ibu hamil sebelumAda peningkatan pelaksanaan program P4K setelah penggunaan aplikasi The Asian Parent. Skor pretest rata-rata untuk pelaksanaan P4K pada ibu hamil sebelum
STIKBARSTIKBAR Program yang dirancang untuk mengatasi tantangan ini harus disesuaikan dengan kebutuhan spesifik orang tua. Aktivasi asosiasi orang tua di sekolah merupakanProgram yang dirancang untuk mengatasi tantangan ini harus disesuaikan dengan kebutuhan spesifik orang tua. Aktivasi asosiasi orang tua di sekolah merupakan
FMIPAUKITFMIPAUKIT Penelitian ini menggunakan metode pengambilan data secara non-eksperimental dengan pendekatan studi prospektif pada pasien Tuberkulosis Paru dengan atauPenelitian ini menggunakan metode pengambilan data secara non-eksperimental dengan pendekatan studi prospektif pada pasien Tuberkulosis Paru dengan atau