UMLAUMLA

Journal of Health CareJournal of Health Care

Pelaksanaan drapping dan pemusnahan berkas rekam medis di Rumah Sakit Islam Nashrul Ummah Lamongan bertujuan untuk mengurangi beban penyimpanan, mempermudah pencarian berkas, mengurangi beban kerja petugas, mencegah kesalahan pengarsipan, serta memastikan pengawasan dan pemeliharaan berkas rekam medis yang aktif dan bermanfaat secara efisien. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, melibatkan informan kunci seperti kepala unit rekam medis, petugas penyimpanan dan distribusi, serta petugas registrasi yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan beberapa aspek pelaksanaan. Dari aspek tenaga (man), hanya dua petugas yang memenuhi kualifikasi pendidikan dalam pengelolaan drapping dan pemusnahan berkas rekam medis, menunjukkan kurangnya pengetahuan dan pelatihan terhadap langkah-langkah prosedural. Secara finansial (money), terdapat rencana anggaran untuk kegiatan ini. Namun dari aspek metode (method), meskipun Prosedur Operasional Standar (SOP) tersedia, penerapannya tidak konsisten sesuai kebijakan yang ditetapkan. Secara mekanis (machine), peralatan seperti mesin penghancur dan pemindai khusus tersedia. Dari aspek material, meskipun rak penyimpanan berkas rekam medis tersedia, tidak terdapat rak khusus untuk berkas tidak aktif. Dokumentasi terkait pemusnahan berkas rekam medis juga tidak memiliki bukti yang memadai. Untuk meningkatkan kondisi ini, disarankan agar manajemen rumah sakit memprioritaskan pelatihan bagi petugas yang terlibat dalam drapping dan pemusnahan berkas rekam medis atau melakukan penelitian dan evaluasi lebih lanjut. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan kegiatan sesuai dengan SOP, meningkatkan efisiensi, serta kepatuhan terhadap protokol yang ditetapkan.

Pelaksanaan drapping dan pemusnahan berkas rekam medis di Rumah Sakit Islam Nashrul Ummah Lamongan masih belum optimal.Dari aspek tenaga, hanya dua petugas yang memenuhi standar kualifikasi pendidikan, pengetahuan petugas terbatas, dan belum pernah mengikuti pelatihan khusus.Dari aspek metode, meskipun SOP sudah tersedia, pelaksanaannya belum sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan.Fasilitas seperti mesin penghancur dan pemindai tersedia, namun rak khusus untuk berkas tidak aktif belum tersedia dan dokumentasi pemusnahan perlu ditingkatkan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh pelatihan berbasis kompetensi terhadap peningkatan kualitas pelaksanaan drapping dan pemusnahan berkas rekam medis, khususnya bagi petugas yang tidak memiliki latar belakang pendidikan rekam medis, untuk mengevaluasi sejauh mana pelatihan dapat menutup kesenjangan pengetahuan dan keterampilan. Kedua, perlu dikaji efektivitas sistem penyimpanan terpisah antara berkas aktif dan tidak aktif dengan pendekatan desain ruang penyimpanan yang terintegrasi, untuk mengetahui apakah penggabungan sistem penyimpanan dapat mempercepat akses dan mengurangi penumpukan berkas. Ketiga, perlu dievaluasi penerapan SOP secara konsisten melalui sistem monitoring digital berbasis checklist otomatis yang terhubung dengan manajemen risiko, untuk mengetahui apakah sistem tersebut dapat meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur dan mendukung akuntabilitas pelaksanaan kegiatan secara berkelanjutan.

Read online
File size491.25 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test