UNNESUNNES

Journal of Social and Industrial PsychologyJournal of Social and Industrial Psychology

Fenomena stres kerja didasarkan pada penelitian yang dilakukan di dunia barat. Sementara itu budaya mempengaruhi pemahaman dan pola perilaku individu di dalamnya. Selain itu juga terdapat perbedaan mendasar antara budaya barat dengan budaya Jawa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendefinisikan stres kerja, mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi stres kerja, gejala apakah yang muncul karena stres, dan dampak stres yang ditimbulkan terhadap kinerja guru bersuku Jawa. Responden berjumlah 487 dengan karakteristik guru PNS dan non PNS bersuku Jawa yang berasal dari berbagai provinsi di pulau Jawa. Penelitian yang digunakan adalah mixed method atau penelitian campuran. Hasil penelitian menunjukkan persentase sebesar 30.60% responden mendefinisikan stres kerja adalah kejenuhan kerja. Sebesar 33.61% responden menganggap faktor utama penyebab stres adalah karena beban pekerjaan. Sebesar 50,19% responden menjawab coping stres yang dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan positif. Sebesar 55.44% responden menjawab gangguan kondisi tubuh sebagai dampak yang timbul akibat stres kerja.

Berdasarkan hasil analisis data dan uraian pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa guru bersuku Jawa mendefinisikan stres kerja adalah sebagai kejenuhan kerja.Beban pekerjaan adalah penyebab stres kerja yang dialami guru bersuku Jawa.Kemudian guru menjawab coping stres yang dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan positif.Sementara gangguan kondisi tubuh pada guru bersuku Jawa adalah sebagai dampak yang timbul akibat stres kerja.

Berdasarkan latar belakang penelitian yang menyoroti faktor budaya Jawa dalam pengalaman stres kerja guru, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada eksplorasi lebih mendalam mengenai peran nilai-nilai tradisional Jawa, seperti konsep nerimo ing pandum (menerima takdir), dalam mekanisme koping guru terhadap stres. Pertanyaan penelitian yang relevan adalah bagaimana nilai-nilai tradisional Jawa memengaruhi strategi koping yang digunakan guru dalam menghadapi stres kerja, dan apakah terdapat perbedaan signifikan dalam tingkat stres dan strategi koping antara guru yang lebih menginternalisasi nilai-nilai tradisional Jawa dengan yang kurang. Selain itu, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk menguji hubungan antara tingkat internalisasi nilai-nilai tradisional Jawa dengan tingkat stres kerja dan efektivitas strategi koping yang digunakan guru. Penelitian ini dapat memberikan wawasan berharga tentang bagaimana faktor budaya dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan program intervensi yang lebih efektif dalam mengurangi stres kerja guru bersuku Jawa, dengan mempertimbangkan nilai-nilai dan norma-norma budaya yang relevan.

Read online
File size234.97 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test