STIKESEUBSTIKESEUB

Jurnal Cakrawala KeperawatanJurnal Cakrawala Keperawatan

Latar Belakang: Gangguan bermain game telah menjadi perhatian global seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi dan video game di kalangan remaja. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan gangguan bermain game sebagai gangguan kesehatan mental dalam Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD-11) pada tahun 2018. Gangguan bermain game ditandai dengan berkurangnya kontrol atas game, serta meningkatnya prioritas bermain game dibandingkan aktivitas lainnya. Berdasarkan hal ini, diperlukan upaya untuk mencegah gangguan bermain game, terutama pada remaja. Tujuan: Penelitian ini membahas secara lebih rinci tentang pencegahan gangguan bermain game pada remaja, sehingga kejadian gangguan bermain game dapat diminimalisir sedini mungkin. Metode: Penelitian yang dilakukan adalah penelitian sekunder dengan jenis tinjauan literatur. Dalam memilih literatur, peneliti menentukan kesesuaian beberapa artikel. Berdasarkan pencarian kata kunci di 4 database (Google Scholar, Science Direct, PubMed, dan Springer Link), jumlah total artikel adalah 1.760 artikel. Kemudian artikel dipilih berdasarkan kriteria kelayakan menjadi 6 artikel. Hasil: Artikel yang telah dikaji membahas upaya pencegahan gangguan bermain game pada remaja melalui telenursing, terapi perilaku kognitif, regulasi emosi, dan optimalisasi fungsi keluarga. Kesimpulan: Pencegahan gangguan bermain game pada remaja memerlukan pendekatan holistik dan terintegrasi, dengan peran penting dari tenaga kesehatan dan keluarga.

Pencegahan gangguan bermain game pada remaja memerlukan pendekatan holistik dan terintegrasi, dengan peran penting dari tenaga kesehatan dan keluarga.Edukasi, dukungan emosional, pengawasan yang efektif, serta keterlibatan dalam aktivitas positif adalah kunci utama dalam mencegah berkembangnya gangguan bermain game pada remaja.Dengan strategi pencegahan yang komprehensif, dampak negatif gaming disorder dapat diminimalisir dan remaja dapat tumbuh sehat secara fisik dan mental.

Berdasarkan hasil kajian literatur, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model intervensi pencegahan gaming disorder yang melibatkan partisipasi aktif keluarga dan sekolah. Penelitian ini dapat menguji efektivitas program edukasi orang tua dan guru mengenai dampak negatif gaming disorder serta strategi komunikasi yang efektif untuk membangun batasan yang sehat. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai peran faktor psikologis seperti regulasi emosi dan mekanisme koping dalam perkembangan gaming disorder pada remaja, dengan tujuan mengembangkan intervensi yang lebih personal dan efektif. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi, seperti aplikasi mobile atau platform online, untuk memberikan dukungan dan pemantauan jarak jauh bagi remaja yang berisiko mengalami gaming disorder, serta untuk meningkatkan aksesibilitas layanan pencegahan bagi masyarakat luas. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pencegahan dan penanganan gaming disorder pada remaja di Indonesia.

Read online
File size759.64 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test