STIKESEUBSTIKESEUB

Jurnal Cakrawala KeperawatanJurnal Cakrawala Keperawatan

Alat kontrasepsi bawah kulit (AKBK) merupakan alat kontrasepsi hormonal yang efektif dan efisien berbentuk batang yang ditanamkan di bawah kulit, yaitu pada bagian lengan atas, dengan jangka waktu perlindungan hingga lima tahun. Tingkat pendidikan dan paritas merupakan faktor yang memengaruhi pemilihan AKBK. Tingkat pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan pengetahuan dan kesadaran seseorang akan pentingnya keikutsertaan dalam program keluarga berencana yang efektif seperti penggunaan AKBK. Paritas yang tinggi pada pasangan usia subur cenderung berkaitan dengan penggunaan AKBK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dan paritas dengan pemilihan AKBK pada pasangan usia subur di Desa Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi cross sectional dengan populasi sebanyak 627 pasangan usia subur pengguna kontrasepsi di Desa Sukabumi pada tahun 2023, dan sampel sebanyak 86 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α < 0,05). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value untuk tingkat pendidikan sebesar 0,009 < 0,05 dan untuk paritas sebesar 0,000 < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dan paritas dengan pemilihan alat kontrasepsi bawah kulit pada pasangan usia subur di Desa Sukabumi.

Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan pemilihan alat kontrasepsi bawah kulit pada pasangan usia subur di Desa Sukabumi, dengan nilai p-value sebesar 0,009.Terdapat hubungan antara paritas dengan pemilihan alat kontrasepsi bawah kulit pada pasangan usia subur di Desa Sukabumi, dengan nilai p-value sebesar 0,000.Dengan demikian, tingkat pendidikan dan paritas merupakan faktor yang signifikan dalam menentukan pilihan penggunaan AKBK di lokasi penelitian.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana tingkat pemahaman pasangan usia subur tentang mekanisme kerja AKBK dipengaruhi oleh tingkat pendidikan formal mereka, agar dapat dikembangkan materi edukasi yang lebih tepat sasaran. Selain itu, perlu diteliti bagaimana dinamika komunikasi dalam keluarga, terutama kesepakatan antara suami dan istri, memengaruhi keputusan menggunakan AKBK, terutama pada pasangan dengan paritas tinggi. Penelitian juga dapat dieksplorasi ke arah dampak sosial dan budaya lokal terhadap stigma atau persepsi masyarakat terhadap penggunaan AKBK, untuk merancang intervensi sosial yang mampu meningkatkan penerimaan dan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang secara berkelanjutan.

  1. Pendidikan dan Paritas terhadap Pemakaian Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK) | Jurnal Kesmas Asclepius.... journal.ipm2kpe.or.id/index.php/JKA/article/view/1765Pendidikan dan Paritas terhadap Pemakaian Alat Kontrasepsi Bawah Kulit AKBK Jurnal Kesmas Asclepius journal ipm2kpe index php JKA article view 1765
  2. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMENGARUHI AKSEPTOR KB DALAM MEMILIH ALAT KONTRASEPSI BAWAH... doi.org/10.55541/emj.v3i2.140FAKTOR yCAu FAKTOR YANG MEMENGARUHI AKSEPTOR KB DALAM MEMILIH ALAT KONTRASEPSI BAWAH doi 10 55541 emj v3i2 140
  3. Faktor Yang Mempengaruhi Wanita PUS Terhadap Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Di Puskesmas... jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/MPPKI/article/view/1078Faktor Yang Mempengaruhi Wanita PUS Terhadap Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang MKJP Di Puskesmas jurnal unismuhpalu ac index php MPPKI article view 1078
Read online
File size821.39 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test