UKMCUKMC

Konsumen & Konsumsi : Jurnal ManajemenKonsumen & Konsumsi : Jurnal Manajemen

Penggunaan platform pembelajaran daring telah sangat memengaruhi pemahaman kritis tentang peran mediasi dan manfaat yang dirasakan. Mereka yang terlibat dalam lingkungan pembelajaran daring harus berusaha untuk memahami interaksi virtual mereka. Tujuan dalam lingkungan pembelajaran daring apa pun adalah untuk mencapai interaksi yang otentik. Penelitian konseptual ini mengusulkan dua pilar dalam rasionalisasi interaksi virtual. Pertama, keberadaan mediasi harus didasarkan pada fungsinya sebagai media untuk memicu partisipasi aktif. Dalam perspektif ini, konsep keterlibatan dieksplorasi. Kedua, harus ada mekanisme untuk mengembangkan orientasi manfaat yang dirasakan melalui mana semua pihak yang terlibat dalam interaksi dapat mencapai kesepakatan kolektif, yaitu mereka dapat memuaskan kepentingan mereka sendiri. Beberapa implikasi praktis juga dibahas.

Memahami dalam lingkungan pembelajaran daring membutuhkan upaya konstan dari semua pihak yang terlibat dalam interaksi virtual untuk mencapai tujuan utama, yaitu keaslian.Keaslian ini adalah rasionalisasi hubungan penting mereka dalam mana penerimaan lengkap akan terwujud.Penelitian ini mengungkapkan tiga jenis orientasi yang memiliki pemahaman berbeda tentang makna keaslian, yaitu.(1) Kepuasan kebutuhan (2) Orientasi investasi potensial, (3) Orientasi signifikansi sosial.Penelitian lebih lanjut mungkin diperlukan, terutama di bidang orientasi pembelajaran.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman kita tentang dinamika pembelajaran daring. Pertama, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk menguji secara empiris model konseptual yang diusulkan, dengan fokus pada bagaimana mediasi dan manfaat yang dirasakan secara bersama-sama memengaruhi keaslian interaksi pembelajaran daring. Hal ini dapat melibatkan pengukuran variabel-variabel tersebut dan menganalisis hubungan mereka menggunakan teknik statistik yang sesuai. Kedua, penelitian kualitatif eksploratif dapat dilakukan untuk menyelidiki pengalaman subjektif peserta didik dalam lingkungan pembelajaran daring, dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi keaslian interaksi. Pendekatan ini dapat melibatkan wawancara mendalam atau kelompok fokus dengan peserta didik untuk menggali perspektif mereka secara lebih rinci. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk melacak perubahan dalam persepsi peserta didik tentang mediasi, manfaat yang dirasakan, dan keaslian interaksi pembelajaran daring dari waktu ke waktu. Hal ini dapat membantu kita memahami bagaimana faktor-faktor ini berkembang seiring dengan pengalaman peserta didik dalam lingkungan pembelajaran daring dan bagaimana intervensi dapat dirancang untuk meningkatkan keaslian interaksi. Dengan menggabungkan wawasan dari penelitian kuantitatif, kualitatif, dan longitudinal, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika pembelajaran daring dan mengembangkan strategi yang efektif untuk meningkatkan pengalaman belajar peserta didik.

Read online
File size798.84 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test