UNNESUNNES

Journal of Social and Industrial PsychologyJournal of Social and Industrial Psychology

Kos merupakan tempat tinggal sementara untuk para mahasiswa yang sedang menempuh pendidkan di UNNES. Mahasiswa baru dan mahasiswa lama yang menempati kos baru nantinya akan bertemu dengan penghuni kos sebelumnya dimana di dalam kos sudah ada norma dan peraturan yang berlaku agar dapat diterima oleh penghuni kos sebelumnya dengan cara konformitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan konformitas mahasiswa baru dan mahasiswa lama yang menempati kos baru. Hasil penelitiian menggunakan uji t-test menunjukan uji hipotesis sebesar 0,574 (p<0,05), yang artinya ada perbedaan konformitas antara mahasiswa baru dan mahasiswa lama yang menempati kos baru. Mahasiswa baru memiliki konformitas yang tinggi dibandingkan mahasiswa lama.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan konformitas antara mahasiswa baru dan mahasiswa lama yang menempati kos baru, sebagaimana ditunjukkan oleh uji t-test.Mahasiswa baru menunjukkan tingkat konformitas yang lebih tinggi karena dorongan untuk diterima oleh anggota kos lainnya, berbeda dengan mahasiswa lama yang cenderung menonjolkan keunikan dan memiliki kelompok sosial di luar kos, sehingga lebih individualis.Dengan demikian, perilaku yang berbeda ini secara signifikan memengaruhi tingkat konformitas seseorang, menjadikan mahasiswa baru lebih konformis di lingkungan kos baru.

Penelitian lanjutan dapat memperkaya pemahaman kita tentang konformitas mahasiswa di lingkungan kos dengan menyelidiki berbagai aspek yang belum terjamah secara mendalam. Salah satu arah yang menarik adalah melakukan studi longitudinal untuk melacak bagaimana tingkat konformitas mahasiswa baru berkembang seiring waktu. Apakah mahasiswa baru yang awalnya sangat konformis akan mempertahankan perilaku tersebut ataukah mereka akan mengembangkan strategi untuk menyeimbangkan kebutuhan akan penerimaan sosial dengan ekspresi identitas pribadi mereka seiring berjalannya semester? Penelitian semacam ini dapat memberikan wawasan tentang dinamika adaptasi sosial jangka panjang. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi secara kualitatif faktor-faktor psikologis dan sosial yang mendasari keputusan mahasiswa untuk berkonformitas atau sebaliknya, menonjolkan keunikan. Melalui wawancara mendalam atau focus group discussion, kita bisa menggali persepsi mahasiswa tentang norma-norma tak tertulis di kos, tekanan teman sebaya, serta konsekuensi yang mereka rasakan saat memilih untuk patuh atau tidak patuh. Pemahaman ini akan membantu mengidentifikasi pemicu spesifik di balik konformitas dan penolakan konformitas di lingkungan kos. Terakhir, penelitian dapat juga menganalisis peran moderator atau mediator dari karakteristik pribadi mahasiswa, seperti tingkat kemandirian, pengalaman sosial sebelumnya, atau dukungan dari jaringan sosial di luar kos, dalam memengaruhi respons konformitas mereka. Misalnya, apakah mahasiswa dengan tingkat kemandirian yang tinggi menunjukkan pola konformitas yang berbeda dibandingkan mereka yang lebih bergantung pada kelompok? Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang fenomena konformitas mahasiswa di kos, melampaui sekadar perbandingan antara mahasiswa baru dan lama.

Read online
File size344.27 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test