POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR

Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition ScienceJurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science

Stunting is a very serious global problem. According to the WHO, the global stunting rate in 2022 will reach 148.1 million toddlers, or 22.3% of children under the age of five. In developing countries, children aged 0-5 are vulnerable to nutritional problems. Indonesia is one of the developing countries that has not yet been able to escape nutritional problems, including stunting. This type of research is an analytical observational study with a case-control study design. The case-control study begins by identifying the case group (stunting) and looking for a control group (not stunting). The conclusion in this study based on the results obtained a p-value of 0.756 (>0.05) with a 1,467 times risk of stunting. Therefore, it can be concluded that there is no relationship between maternal age during pregnancy and the incidence of stunting. In the results of this study there is no relationship between age during pregnancy with the incidence of stunting, this is supported by the frequency distribution in both groups which are equally high in the age group during pregnancy that is not at risk (> 20 years) which is 84.1% in the stunting toddler group while in the non-stunting group 88.6%. Maternal age during pregnancy does not have a significant relationship with the incidence of stunting p-value 1 (> 0.05). The results of this study show a p-value of 0.000 so it can be concluded that anemia is related to the incidence of stunting which is at the highest risk of 19,689 times stunting compared to mothers who are not anemic. In this study, a p-value of 0.001 (<0.05) was obtained, it was concluded that the risk opportunity was 12,501 times stunting occurred, and it can be concluded that KEK is related to the incidence of stunting.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara usia ibu saat hamil dengan kejadian stunting.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anemia berhubungan dengan kejadian stunting, dengan risiko 19,689 kali lebih tinggi pada anak yang lahir dari ibu anemia dibandingkan ibu yang tidak anemia.Selain itu, KEK (Kekurangan Energi Kronis) juga berhubungan dengan kejadian stunting, dengan risiko 12,501 kali lebih tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik terkait perilaku dan pola makan ibu hamil yang berkontribusi terhadap kejadian anemia, termasuk analisis mendalam mengenai akses terhadap makanan bergizi dan suplementasi zat besi. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan dan evaluasi intervensi gizi yang terintegrasi, yang menargetkan ibu hamil dengan KEK, dengan mempertimbangkan aspek sosial ekonomi dan budaya masyarakat setempat. Intervensi ini dapat mencakup penyuluhan gizi, pemberian makanan tambahan, dan peningkatan akses terhadap layanan kesehatan. Ketiga, penelitian perlu dilakukan untuk mengeksplorasi peran faktor lingkungan, seperti sanitasi dan akses air bersih, dalam meningkatkan risiko stunting, serta mengembangkan strategi pencegahan yang komprehensif dan berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih mendalam mengenai kompleksitas masalah stunting dan membantu merumuskan kebijakan serta program yang lebih efektif untuk menurunkan prevalensi stunting di Indonesia.

  1. Hubungan Kepatuhan Penggunaan Tablet Tambah Darah Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah... ejournal.poltekkes-pontianak.ac.id/index.php/PNJ/article/view/1365Hubungan Kepatuhan Penggunaan Tablet Tambah Darah Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah ejournal poltekkes pontianak ac index php PNJ article view 1365
  2. STUNTING, PEMERIKSAAN KEHAMILAN DAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH IBU HAMIL DI INDONESIA: ANALISIS DATA... journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/351STUNTING PEMERIKSAAN KEHAMILAN DAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH IBU HAMIL DI INDONESIA ANALISIS DATA journal stikessuakainsan ac index php jksi article view 351
  3. Manfaat ASI Eksklusif pada Ibu & Bayi 0-24 Bulan Di Posyandu Flamboyan VI Puskesmas Kapasa | Jurnal... doi.org/10.59059/jpmis.v1i4.84Manfaat ASI Eksklusif pada Ibu Bayi 0 24 Bulan Di Posyandu Flamboyan VI Puskesmas Kapasa Jurnal doi 10 59059 jpmis v1i4 84
Read online
File size370.8 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test