UNUHAUNUHA

SIMBIOSIS: Jurnal Sains PertanianSIMBIOSIS: Jurnal Sains Pertanian

Penelitian ini mengkaji ironi agraris di Provinsi Aceh dengan fokus pada hubungan antara struktur lahan, kesejahteraan petani, dan hasil Sensus Pertanian 2023. Meskipun Aceh memiliki potensi lahan pertanian luas, kesejahteraan petani belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel luas lahan, struktur penguasaan lahan, akses modal, akses pasar, dan penggunaan teknologi terhadap pendapatan petani. Data diperoleh dari Sensus Pertanian resmi BPS Provinsi Aceh. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur lahan, akses modal, dan penggunaan teknologi secara signifikan berpengaruh terhadap pendapatan petani, dengan koefisien masing-masing sebesar 0,45; 0,30; dan 0,25. Sementara itu, variabel akses pasar berpengaruh positif namun tidak signifikan. Uji diagnostik model (heteroskedastisitas, normalitas residual, dan autokorelasi) menunjukkan asumsi klasik regresi terpenuhi sehingga model valid untuk prediksi. Penelitian juga menegaskan perlunya reforma agraria yang adil, kemudahan akses modal dan teknologi, serta penguatan kelembagaan petani sebagai kunci peningkatan kesejahteraan. Hasil ini memberikan dasar penting bagi penyusunan kebijakan agraria dan pembangunan pertanian di Aceh yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur lahan memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas dan kesejahteraan petani di Aceh.Keterbatasan akses modal dan teknologi pertanian menjadi faktor utama penghambat peningkatan kesejahteraan petani.Efektivitas kebijakan pemerintah yang ada perlu ditingkatkan melalui monitoring dan evaluasi berkelanjutan serta penguatan sinergi antar lembaga.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang program reforma agraria terhadap kesejahteraan petani dan distribusi lahan di Aceh, dengan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan kultural. Studi integratif mengenai akses modal dan teknologi digital, khususnya pertanian digital dan pembiayaan berbasis blockchain, dapat merumuskan model pemberdayaan ekonomi petani yang lebih inklusif. Analisis mendalam mengenai kelembagaan petani seperti koperasi dan kelompok tani, serta optimalisasi rantai pasok pertanian, diperlukan untuk memperkuat posisi tawar petani dan meningkatkan efisiensi distribusi hasil tani. Selain itu, kajian terapan tata ruang dan alih fungsi lahan pertanian penting untuk mendukung regulasi yang menjaga keberlanjutan lahan pertanian produktif di Aceh, sehingga dapat mengatasi disparitas lahan dan meningkatkan ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Read online
File size466.04 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test