UNWAHAUNWAHA

EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan TeknologiEDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi

Uji mikrokimia adalah metode untuk mengetahui kandungan atau senyawa pada tumbuhan. Bahan yang digunakan adalah umbi porang, kentang, jagung, kacang tanah, daun jambu, daun jeruk, bunga kenanga, ubi jalar ungu, singkong dan tempurung kelapa. Preparat dibuat dengan menggunakan irisan tipis yang dipotong dengan clam on hand microtome, kemudian reagen diteteskan pada irisan tipis di atas object glass dan ditutup deck glass, selanjutnya diamati menggunakan mikroskop. Uji amilum pada preparat ubi jalar, singkong, kentang dan porang menunjukkan amilum berwarna kuning atau coklat; uji selulosa pada preparat jagung menunjukkan sel selulosa membengkak dan berwarna biru; uji protein pada preparat kacang tanah menunjukan perubahan warna menjadi merah bata; uji lignin pada tempurung kelapa menunjukan warna violet merah; uji tanin pada preparat daun jambu menunjukkan warna coklat gelap; uji lipid pada preparat daun jeruk dan kenanga menunjukkan globulus berwarna merah dan uji gula reduksi pada preparat ubi jalar dan jagung menunjukan warna merah bata. Identifikasi dan karakterisasi pada uji mikrokimia dilakukan untuk mengenali perbedaan warna dan bentukan kristal pada sampel tanaman setelah pemberian reagen spesifik.

Uji Mikrokimia melalui teknik pengamatan mikroskopik dengan uji amilum, uji selulosa, uji lignin, uji protein, uji lipid, uji tanin dan uji gula reduksi menunjukan hasil yang positif.Perubahan warna pada preparat yang digunakan menunjukan bahwa mekanisme fungsional anatomi organ pada tanaman berbeda-beda.Perbedaan ini dikarenakan proses adaptasi tanaman terhadap fungsi fisiologis dan lingkungan tanaman tersebut.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan memperluas cakupan sampel tanaman untuk mengidentifikasi variasi senyawa dan struktur anatomi yang lebih luas. Studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan hasil uji mikrokimia dengan analisis molekuler untuk memvalidasi identifikasi senyawa dan memahami jalur metabolisme yang terlibat. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada potensi aplikasi senyawa-senyawa yang teridentifikasi dalam bidang farmasi, pertanian, atau industri, dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan konservasi sumber daya tumbuhan. Pengembangan metode ekstraksi dan purifikasi senyawa-senyawa tersebut juga perlu dilakukan untuk menghasilkan produk bernilai tambah yang dapat dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pemahaman biodiversitas tumbuhan dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Read online
File size704.4 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test