USNSJUSNSJ

Journal of Biological Science and EducationJournal of Biological Science and Education

Sebagian besar agen antimikroba, antijamur, atau antibakteri telah diisolasi dari tanaman. Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) merupakan salah satu tanaman potensial yang menghasilkan agen antibakteri. Namun, status purwoceng sebagai tanaman endemik di Jawa Tengah termasuk kategori terancam punah. Berdasarkan penelitian sebelumnya, bakteri endofit dari akar tanaman ini juga mampu menghasilkan agen antibakteri sebagaimana tanamannya. Penelitian ini dilakukan dengan cara memurnikan isolat bakteri endofit, serta melakukan uji antagonisme sebagai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan metode difusi agar-sumur. Terdapat 4 isolat yang menunjukkan aktivitas antibakteri baik (DG1, GP11, GP12, RP6), 5 isolat memiliki aktivitas antibakteri lemah (DG14, GP9, RP1, RP4, RP5), dan 16 isolat tidak menunjukkan aktivitas antibakteri (DG9, DG13, DG15, DG18, DG20, GP1, GP2, GP7, GP8, GP14, RP8, RP9, RP10, RP12, RP13). Data dianalisis secara deskriptif.

Penyaringan terhadap dua puluh lima isolat bakteri endofit dari akar purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) menunjukkan bahwa sembilan isolat memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, dengan dua isolat menunjukkan kemampuan kuat (DG1 dan RP6) serta tujuh isolat menunjukkan kemampuan menghambat pertumbuhan (DG14, GP9, GP11, GP12, RP1, RP4, RP5) berdasarkan klasifikasi kekuatan antimikroba menurut Crawford et al.aureus berdasarkan efektivitasnya termasuk dalam sifat bakteriostatik.Hasil ini menunjukkan potensi bakteri endofit dari purwoceng sebagai agen penghambat pertumbuhan bakteri patogen.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi spesies dan karakteristik genetik dari isolat bakteri endofit yang menunjukkan aktivitas antibakteri kuat (seperti DG1 dan RP6), agar dapat diketahui mekanisme produksi senyawa antibakteri secara lebih mendalam. Kedua, perlu dievaluasi jenis senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan oleh isolat aktif tersebut melalui analisis fitokimia dan spektroskopi untuk mengetahui struktur kimia dan potensi pengembangannya sebagai bahan baku antibiotik alami. Ketiga, perlu dilakukan pengujian aktivitas antibakteri terhadap bakteri patogen lain, termasuk strain resisten antibiotik seperti MRSA, untuk menilai spektrum aktivitas dan potensi aplikasi luas dari isolat tersebut, mengingat tantangan resistensi antibiotik yang semakin meningkat.

Read online
File size948.57 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test