UWMYUWMY

AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIANAGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan suatu produk fermentasi air kelapa terhadap sifat mikrobiologis, organoleptik pada sari buah belimbing, dan sifat kimia (pH). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu pengaruh penambahan Biojanna (0%,2%,4%,6%) pada sari buah belimbing. Masing-masing perlakuan dianalisa secara mikrobiologis (TPC Bakteri dan TPC Bakteri Asam Laktat), analisa kimia pengukuran (pH), t test dan uji organoleptik dengan metode Hedonik (aroma, rasa, dan kesukaan keseluruhan). Data hasil pengamatan dari masing-masing parameter dianalisa statistik dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncans New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf signifikansi 5% jika terdapat perbedaan yang nyata. Hasil penelitian menunjukkan produk Biojanna tidak mengandung bakteri asam laktat. Penambahan Biojanna (0%,2%,4%,6%) pada sari buah belimbing berpengaruh tidak nyata terhadap sifat mikrobiologis, dan organoleptik. Penambahan Biojanna (0%,2%,4%,6%) pada sari buah belimbing tidak ada dampak pada penambahan bakteri, dan tidak berpengaruh pada penerimaan konsumen baik dari segi (rasa, aroma, dan kesukaan keseluruhan) penambahan 2% Biojanna pada sari buah adalah sampel yang disukai panelis, dengan batas maksimum cemaran (ALT) sebelum dilakukan penyimpanan pada refrierator nilainya yaitu 6,9 x 103 CFU/ml, dan setelah dilakukan penyimpanan nilainya 1,9 x 104 CFU/ml, nilai pH sebelum penyimpanan 5,96, dan setelah penyimpanan nilai pH 6,09.

Produk Biojanna tidak mengandung bakteri asam laktat.Penambahan Biojanna pada sari buah belimbing tidak berpengaruh nyata terhadap sifat mikrobiologis dan organoleptik, serta tidak memengaruhi penerimaan konsumen.Namun, penambahan Biojanna memberikan pengaruh terhadap perubahan pH sari buah belimbing sebelum dan setelah penyimpanan pada suhu 8°C selama 24 jam, di mana semakin menurun rasa asam, nilai pH semakin meningkat.

Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengembangkan formula Biojanna yang benar-benar mengandung bakteri asam laktat hidup dalam jumlah signifikan, agar potensi probiotiknya dapat diuji secara nyata pada produk sari buah. Kedua, sebaiknya diteliti pula pengaruh pematangan buah belimbing terhadap stabilitas pH dan penerimaan sensori selama penyimpanan, karena perubahan kandungan gula dan asam selama pematangan ternyata memengaruhi karakteristik kimia minuman. Ketiga, perlu dikaji penggunaan perlakuan pendahuluan seperti pasteurisasi atau pengemasan aktif untuk memperlambat pertumbuhan mikroba selama penyimpanan, mengingat sari buah belimbing yang disimpan di kulkas selama 24 jam sudah melebihi ambang batas cemaran mikroba yang aman. Penelitian lanjutan ini dapat mengarah pada pengembangan sari buah belimbing sebagai minuman fungsional yang aman, stabil, dan bernilai gizi tinggi. Selain itu, penting untuk menguji viabilitas bakteri asam laktat jika ditambahkan secara terkontrol, bukan melalui produk komersial seperti Biojanna yang kualitasnya tidak konsisten. Pengujian selama masa simpan yang lebih lama juga perlu dilakukan untuk menilai daya tahan produk. Penelitian tentang kombinasi Biojanna dengan bahan prebiotik alami dari buah belimbing bisa menjadi pendekatan menarik untuk meningkatkan efektivitas probiotik. Penting pula untuk mengevaluasi dampak kesehatan potensial dari konsumsi jangka panjang produk ini. Analisis biaya produksi dan kelayakan skala industri juga perlu dipertimbangkan dalam kajian berikutnya. Dengan demikian, penelitian ke depan dapat merancang minuman fungsional berbasis buah lokal yang lebih inovatif dan layak dipasarkan.

  1. Pengaruh Penambahan Produk Fermentasi Air Kelapa Pada Sari Buah Belimbing (Averrhoa carambola L.) Terhadap... doi.org/10.37631/agrotech.v6i2.1693Pengaruh Penambahan Produk Fermentasi Air Kelapa Pada Sari Buah Belimbing Averrhoa carambola L Terhadap doi 10 37631 agrotech v6i2 1693
Read online
File size552.28 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test