UTBUTB

Jurnal Progress Administrasi PublikJurnal Progress Administrasi Publik

Sesuai Undang-Undang Nomor 12 tahun 1995 mengenai Pemasyarakatan, terbentuklah Program Kecakapan Kerja (PKK) PKBM “Bugenvil. Tujuan Penelitian ini ialah mendeskripsikan permasalahan proses pelaksanaan Program Kecakapan Kerja (PKK) PKBM “Bugenvil yang kurang maksimal yang berdampak kepada warga binaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian bahwa Pelaksanaan PKK di PKBM “Bugenvil telah terlaksana dengan baik berdasarkan isi kebijakan dan situasi yang ada dengan pendekatan Model Implementasi oleh Meriee. S. Grindle. Dalam Pelaksanaan Program Kecakapan Kerja (PKK) terdapat faktor penghambat yaitu; kurangnya peran pemerintah, tutor, pengelola dan pendukung kebijakan oleh pemerintah daerah. Oleh karena itu pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan perhatian khusus dalam pelaksanaan Program Kecakapan Kerja (PKK) PKBM “Bugenvil dengan cara pelatihan, sosialisasi, pengawasan, memberikan arahan, motivasi, saran, dan memperbaiki komunikasi dengan pengurus PKBM.

Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Program Kecakapan Kerja (PKK) di PKBM “Bugenvil bagi Warga Binaan LAPAS Kelas II A Kalianda Kabupaten Lampung Selatan, telah berjalan dengan baik.

Meskipun penelitian ini telah menggambarkan pelaksanaan Program Kecakapan Kerja (PKK) di PKBM Bugenvil berjalan dengan baik, ada beberapa celah yang menarik untuk diteliti lebih lanjut guna memberikan kontribusi yang lebih mendalam. Pertama, penting untuk mengkaji bagaimana keberlanjutan program kecakapan kerja yang telah diberikan oleh PKBM Bugenvil ini dalam meningkatkan kemandirian ekonomi dan mengurangi tingkat residivisme (pengulangan tindak pidana) bagi warga binaan setelah mereka kembali ke masyarakat. Hal ini akan memberikan gambaran nyata tentang efektivitas jangka panjang program, tidak hanya dari sisi pelaksanaan tetapi juga dampaknya terhadap kehidupan mantan narapidana. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat mengkaji secara mendalam strategi-strategi inovatif yang efektif untuk mengatasi faktor-faktor penghambat yang ditemukan dalam pelaksanaan Program Kecakapan Kerja di PKBM, terutama terkait dengan peningkatan peran aktif pemerintah daerah, optimalisasi keterlibatan tutor, serta pengembangan sistem dukungan kebijakan yang lebih kokoh. Ini bisa berupa studi kasus tentang PKBM lain yang berhasil mengatasi tantangan serupa atau pengembangan model intervensi yang dapat diterapkan. Ketiga, mengingat dinamisnya pasar kerja, studi komparatif atau pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan pasar dapat dilakukan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kecakapan kerja tambahan yang relevan dan memiliki permintaan tinggi di pasar kerja lokal, sehingga program PKK dapat lebih adaptif, variatif, dan secara signifikan meningkatkan peluang kerja bagi warga binaan. Dengan demikian, kualitas dan relevansi program dapat terus ditingkatkan demi masa depan warga binaan yang lebih baik.

Read online
File size174.73 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test