STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT

MEDICA MAJAPAHITMEDICA MAJAPAHIT

Anak merupakan aset berharga bangsa. Usia prasekolah (3-5 tahun) adalah masa dimana sebagian besar sistem tubuh telah matang dan stabil, serta mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Prevalensi gangguan emosional dan perilaku pada anak usia prasekolah cukup tinggi, yaitu 34,10%. Faktor utama yang memengaruhi perkembangan emosi anak adalah usia ibu selama kehamilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional dengan pendekatan survei analitik dan desain cross-sectional. Subjek penelitian adalah seluruh pasien yang datang ke klinik TPMB Dennys Bojonegoro dari Oktober 2022 hingga Desember 2022, dengan jumlah sampel 74 responden. Analisis data menggunakan chi-square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 37 responden (50%) berusia <20 tahun saat hamil dan 39 responden (53%) memiliki anak usia 3-5 tahun dengan perkembangan emosi yang tidak normal. Berdasarkan uji Chi-Square, nilai Asimp Sig adalah 0,009. Karena nilai Asimp Sig 0,009 lebih kecil dari 0,05, maka H1 diterima, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara usia ibu saat hamil dengan perkembangan emosi anak usia 3-5 tahun. Rekomendasi penelitian ini adalah perhatian bagi remaja, keluarga, dan tenaga kesehatan untuk memperhatikan usia ibu saat hamil guna menghindari gangguan emosi pada anak usia 3-5 tahun dengan membuat program kehamilan pada usia 20-35 tahun atau menunda kehamilan hingga dewasa (20-35 tahun) jika menikah di usia muda.

Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar usia responden berisiko terhadap perkembangan emosi anak usia 3-5 tahun, yaitu sebesar 50%.Sebagian besar perkembangan emosi anak usia 3-5 tahun yang lahir dari ibu dengan usia kehamilan dewasa adalah normal, yaitu 36%.Terdapat korelasi signifikan antara usia ibu saat hamil dengan perkembangan emosi anak usia 3-5 tahun, dimana anak yang lahir dari ibu hamil di usia muda memiliki risiko 6 kali lebih tinggi mengalami gangguan perkembangan emosi dibandingkan anak yang lahir dari ibu hamil di usia dewasa.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi perkembangan emosi anak usia 3-5 tahun selain usia ibu saat hamil, seperti kualitas pola asuh, kondisi sosial ekonomi keluarga, dan dukungan sosial yang diterima oleh ibu. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi ibu usia muda mengenai tantangan dalam membesarkan anak dan dampaknya terhadap perkembangan emosi anak. Ketiga, studi intervensi dapat dirancang untuk memberikan dukungan dan pelatihan kepada ibu usia muda dalam meningkatkan keterampilan pengasuhan dan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan emosi anak secara optimal. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kompleksitas perkembangan emosi anak dan memberikan dasar bagi pengembangan program-program pencegahan dan intervensi yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak di masa depan. Dengan demikian, upaya untuk menciptakan generasi penerus yang berkualitas dan memiliki kesejahteraan emosional yang optimal dapat terwujud.

Read online
File size264.69 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test