PAEDIATRICAINDONESIANAPAEDIATRICAINDONESIANA
Paediatrica IndonesianaPaediatrica IndonesianaPenelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas hidup (QoL) anak dengan hipoksia episodik setelah rawat inap di departemen gawat darurat (ED) atau unit perawatan intensif pediatrik (PICU). Studi kohort prospektif dilakukan pada pasien pediatrik usia 2-7 tahun dengan penyakit kritis di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo. Hasil menunjukkan penurunan QoL secara signifikan pada domain fisik, emosional, dan sosial tiga bulan setelah kejadian hipoksia berdasarkan skor PedsQLTM. Sebelum rawat inap, 78,3% anak sudah mengalami penurunan QoL. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemantauan dini QoL pada anak pasca-hipoksia.
Anak dengan hipoksia episodik menunjukkan penurunan kualitas hidup (QoL) secara signifikan tiga bulan setelah kejadian hipoksia, terutama pada domain fisik, emosional, dan sosial.Penurunan ini tercatat berdasarkan skor PedsQLTM dan berbeda secara signifikan dibandingkan saat masuk rumah sakit.Studi ini menekankan perlunya evaluasi dini QoL pada anak pasca-hipoksia untuk mendeteksi dampak jangka panjang.
Penelitian lanjutan perlu menggali dampak jangka panjang hipoksia pada fungsi kognitif anak dengan memperpanjang masa observasi hingga 1-2 tahun. Penelitian lain bisa fokus pada peran faktor psikologis orang tua dalam pemulihan QoL anak pasca-hipoksia, karena tekanan emosional keluarga mungkin memperparah kondisi anak. Selain itu, perlu dikembangkan intervensi berbasis komunitas untuk meningkatkan kualitas hidup anak dengan hipoksia, seperti program pendidikan kesehatan dan dukungan sosial yang terintegrasi dengan layanan kesehatan pediatrik.
- Medical Care. medical care doi.org/10.1097/00005650-200108000-00006Medical Care medical care doi 10 1097 00005650 200108000 00006
- Impact of Caregiver’s Psychological Aspects towards Quality of Life of Children with Acute Lymphoblastic... journal.waocp.org/article_89272.htmlImpact of CaregiverAos Psychological Aspects towards Quality of Life of Children with Acute Lymphoblastic journal waocp article 89272 html
- Health-Related Quality of Life of Young People With and Without Chronic Conditions | Journal of Pediatric... academic.oup.com/jpepsy/article/45/7/780/5869088Health Related Quality of Life of Young People With and Without Chronic Conditions Journal of Pediatric academic oup jpepsy article 45 7 780 5869088
| File size | 243.34 KB |
| Pages | 8 |
| Short Link | https://juris.id/p-xn |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
MARANATHAMARANATHA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lemak tubuh dan massa otot terhadap kadar gula darah sewaktu pada populasi dewasa muda. PadaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lemak tubuh dan massa otot terhadap kadar gula darah sewaktu pada populasi dewasa muda. Pada
MARANATHAMARANATHA 001). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara kebersihan alat salat dengan kejadian skabies (p=0,328). Seluruh asrama melebihi standar kepadatan001). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara kebersihan alat salat dengan kejadian skabies (p=0,328). Seluruh asrama melebihi standar kepadatan
MARANATHAMARANATHA Testosteron adalah hormon yang berperan penting dalam merangsang perkembangan otot dan mengatur metabolisme lemak. Olahraga dapat memengaruhi kadar testosteron,Testosteron adalah hormon yang berperan penting dalam merangsang perkembangan otot dan mengatur metabolisme lemak. Olahraga dapat memengaruhi kadar testosteron,
MARANATHAMARANATHA Disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan, maka perilaku swamedikasi common cold akan semakin baik. Terdapat korelasi antara tingkat pengetahuanDisimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan, maka perilaku swamedikasi common cold akan semakin baik. Terdapat korelasi antara tingkat pengetahuan
MARANATHAMARANATHA Thalassemia dibedakan berdasarkan variasi mutasi pada gen globin yaitu gen α-globin (HBA) pada α-Thalassemia dan β-globin (HBB) pada β-Thalassemia.Thalassemia dibedakan berdasarkan variasi mutasi pada gen globin yaitu gen α-globin (HBA) pada α-Thalassemia dan β-globin (HBB) pada β-Thalassemia.
MARANATHAMARANATHA Artikel ini bertujuan untuk membandingkan sistem diagnostik konvensional (molekular dan serologi) dengan sistem diagnostik berbasis CRISPR-Cas yang dapatArtikel ini bertujuan untuk membandingkan sistem diagnostik konvensional (molekular dan serologi) dengan sistem diagnostik berbasis CRISPR-Cas yang dapat
MARANATHAMARANATHA Penggunaan bone seeking agents dapat membantu diagnosis amiloidosis jantung. Penelitian lebih lanjut dengan jumlah subjek yang lebih besar dan biopsi jantungPenggunaan bone seeking agents dapat membantu diagnosis amiloidosis jantung. Penelitian lebih lanjut dengan jumlah subjek yang lebih besar dan biopsi jantung
MARANATHAMARANATHA Presbikusis lebih banyak ditemukan pada perempuan, kelompok usia ≥65 tahun, dengan keluhan utama tinnitus dengan derajat gangguan dengar derajat sedang.Presbikusis lebih banyak ditemukan pada perempuan, kelompok usia ≥65 tahun, dengan keluhan utama tinnitus dengan derajat gangguan dengar derajat sedang.
Useful /
LAPANLAPAN Modul APRS yang digunakan oleh Lapan-A2 merupakan produk komersial sehingga perlu dilakukan pengujian thermal sebelum diluncurkan, terutama untuk mengukurModul APRS yang digunakan oleh Lapan-A2 merupakan produk komersial sehingga perlu dilakukan pengujian thermal sebelum diluncurkan, terutama untuk mengukur
PAEDIATRICAINDONESIANAPAEDIATRICAINDONESIANA Penilai yang melakukan DDST dan staf laboratorium yang menganalisis kortisol dibutakan terhadap alokasi kelompok. Hasil: Hasil utama dari penelitian iniPenilai yang melakukan DDST dan staf laboratorium yang menganalisis kortisol dibutakan terhadap alokasi kelompok. Hasil: Hasil utama dari penelitian ini
PAEDIATRICAINDONESIANAPAEDIATRICAINDONESIANA Faktor-faktor yang memengaruhi keterlambatan EN dan pencapaian REE yang terlambat merupakan dasar penting untuk merancang protokol pemberian makan enteralFaktor-faktor yang memengaruhi keterlambatan EN dan pencapaian REE yang terlambat merupakan dasar penting untuk merancang protokol pemberian makan enteral
MARANATHAMARANATHA Pada kontrol hari ke-11, pasien tampak sehat, menyusu dengan baik, dan mengalami peningkatan berat badan. Kasus ini menegaskan pentingnya diagnosis diniPada kontrol hari ke-11, pasien tampak sehat, menyusu dengan baik, dan mengalami peningkatan berat badan. Kasus ini menegaskan pentingnya diagnosis dini