UIMUIM

UIM | Zeta - Math JournalUIM | Zeta - Math Journal

Toko Roti Retno Bakery adalah salah satu toko yang memproduksi berbagai jenis roti. Toko ini belum menggunakan sistem kontrol persediaan dalam proses produksi sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu, Retno Bakery memerlukan pengendalian persediaan agar kinerja dan keuntungan perusahaan menjadi lebih optimal. Penelitian ini membahas pengendalian persediaan bahan baku roti seperti tepung, gula, susu, ragi, garam, mentega, dan telur. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan hasil total biaya persediaan bahan baku roti menggunakan metode Economic Production Quantity (EPQ) dan metode Just in Time (JIT), serta membandingkan kedua metode tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh persentase perbedaan biaya untuk setiap bahan baku menggunakan metode EPQ dan JIT, yaitu untuk bahan baku tepung sebesar 42,05%, gula 47,31%, susu 51,63%, ragi 51,83%, garam 47,65%, mentega 51,38%, dan telur 51%. Dengan demikian, metode Just in Time (JIT) menghasilkan total biaya yang lebih kecil dibandingkan metode Economic Production Quantity (EPQ).

Berdasarkan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa total biaya menggunakan metode Economic Production Quantity (EPQ) untuk bahan baku tepung sebesar Rp1.Sementara itu, metode Just In Time (JIT) untuk bahan baku tepung sebesar Rp575.424, dengan persentase perbedaan biaya untuk setiap bahan baku masing-masing sebesar 42,05% untuk tepung, 47,31% untuk gula, 51,63% untuk susu, 51,83% untuk ragi, 47,65% untuk garam, 51,38% untuk mentega, dan 51% untuk telur.Dengan demikian, total biaya persediaan setiap bahan baku menggunakan metode Just In Time (JIT) lebih optimal dibandingkan metode Economic Production Quantity (EPQ).

Pertama, perlu diteliti penerapan metode JIT dan EPQ pada industri roti lain dengan skala produksi berbeda untuk melihat apakah efisiensi biaya yang ditemukan di Retno Bakery bersifat umum atau spesifik tergantung skala usaha. Kedua, penelitian lanjutan dapat mengkaji integrasi kedua metode dalam satu sistem hibrida, misalnya dengan menentukan kombinasi optimal frekuensi pengadaan dan ukuran produksi per bahan baku berdasarkan tingkat kerusakan dan permintaan musiman. Ketiga, sebaiknya dilakukan studi mendalam tentang dampak penerapan JIT terhadap kemitraan dengan pemasok, termasuk kemungkinan risiko keterlambatan pasokan dan perlunya skema koordinasi logistik jangka panjang yang lebih ketat, terutama untuk bahan baku yang mudah rusak seperti susu dan telur. Penelitian-penelitian ini dapat memperkaya strategi pengelolaan persediaan yang lebih adaptif dan berkelanjutan bagi industri roti kecil dan menengah. Dengan melakukan uji coba sistem hibrida, perusahaan bisa mendapatkan keseimbangan antara pengurangan biaya dan ketersediaan stok. Selain itu, analisis terhadap faktor eksternal seperti fluktuasi harga dan ketersediaan pemasok akan memberikan gambaran lebih lengkap tentang keberlanjutan metode JIT. Studi tentang kesiapan operasional toko roti dalam menerapkan JIT juga penting, mengingat metode ini menuntut akurasi tinggi dalam peramalan permintaan. Dengan demikian, hasil penelitian lanjutan dapat menjadi panduan strategis bagi pelaku usaha dalam memilih dan menyesuaikan metode pengendalian persediaan. Pengembangan model berbasis simulasi juga dapat membantu menguji skenario yang berbeda tanpa risiko operasional langsung. Semua ini akan mendukung peningkatan efisiensi dan ketahanan bisnis di tengah persaingan yang ketat.

  1. Application of Economic Production Quantity (EPQ) Method and Just in Time Method (JIT) in Bread Raw Material... journal.uim.ac.id/index.php/zeta/article/view/2869Application of Economic Production Quantity EPQ Method and Just in Time Method JIT in Bread Raw Material journal uim ac index php zeta article view 2869
Read online
File size658.83 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test