NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL

Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat GlobalDevote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global

Di era globalisasi dan Industri 4.0, inovasi dan kekayaan intelektual menjadi hal yang krusial dalam memajukan pendidikan dan penelitian. Pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi berperan penting dalam menjembatani kesenjangan antara penelitian akademis dan kebutuhan masyarakat, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Namun, masih ada tantangan dalam memahami dan menerapkan pengawasan internal di perguruan tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak dari Pelatihan In-House untuk Meningkatkan Kapasitas Pengawasan Internal yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Banyuwangi dan beberapa Politeknik lainnya di seluruh Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif analitis, yang melibatkan tinjauan literatur dan pengumpulan data dari para peserta pelatihan. Temuan menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Satuan Pengawas Internal (SPI), memperkuat jaringan kerja sama di antara institusi pendidikan tinggi, dan meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan institusi. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya meningkatkan kapasitas individu tetapi juga memiliki potensi besar untuk memperkuat sistem pengawasan internal di perguruan tinggi, dan menjadi model bagi institusi lain untuk meningkatkan efektivitas pengawasan internal mereka.

Pelatihan In-House untuk Peningkatan Kapasitas Pengawasan Internal di Politeknik Negeri Banyuwangi berhasil secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta serta memperkuat jaringan kolaborasi antar institusi pendidikan tinggi di Indonesia.Pelatihan ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek teoretis tetapi juga keterampilan praktis, yang krusial untuk mencapai akuntabilitas dan transparansi yang lebih besar dalam pengelolaan institusi.Oleh karena itu, inisiatif pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan potensi besar untuk memberikan dampak positif yang komprehensif, tidak hanya bagi individu peserta tetapi juga seluruh institusi pendidikan, sekaligus berfungsi sebagai model yang dapat diadaptasi untuk peningkatan sistem pengawasan internal di masa depan.

Melihat keberhasilan pelatihan peningkatan kapasitas pengawasan internal yang telah dilakukan, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa memberikan pemahaman lebih mendalam serta manfaat yang lebih luas. Pertama, penting untuk mengukur dampak jangka panjang dari pelatihan semacam ini secara kuantitatif. Penelitian selanjutnya dapat menelusuri bagaimana peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta pelatihan benar-benar berkorelasi dengan perbaikan nyata dalam indikator akuntabilitas dan transparansi di institusi mereka, misalnya dengan menganalisis laporan audit atau tingkat kepatuhan selama beberapa tahun setelah pelatihan. Ini akan membantu mengidentifikasi keberlanjutan efek dari program pengabdian masyarakat. Kedua, penelitian bisa berfokus pada efektivitas jaringan kolaborasi yang terbentuk antar institusi pendidikan tinggi. Bagaimana jaringan ini berfungsi untuk memfasilitasi pertukaran praktik terbaik dan dukungan berkelanjutan dalam pengawasan internal? Studi bisa mengeksplorasi faktor-faktor yang membuat jaringan ini kuat atau lemah, serta model kolaborasi optimal yang dapat direplikasi di masa depan, agar tidak hanya berhenti pada saat pelatihan saja. Terakhir, karena studi ini menyinggung adanya kesenjangan komunikasi antara auditor senior dan staf, menarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana gaya komunikasi yang berbeda—misalnya antara yang lebih asertif versus pasif—memengaruhi kualitas dan efisiensi proses audit internal di lingkungan politeknik Indonesia. Hasilnya bisa digunakan untuk mengembangkan modul pelatihan komunikasi yang lebih spesifik, disesuaikan dengan budaya kerja dan hierarki dalam organisasi, sehingga memperkuat fungsi pengawasan secara keseluruhan. Dengan demikian, penelitian masa depan dapat membantu memastikan bahwa inisiatif pengabdian masyarakat seperti ini tidak hanya memberikan dampak sesaat, tetapi juga berkelanjutan dan terukur.

  1. Strategi Pengembangan Hak Kekayaan Intelektual melalui Implementasi Sistem Informasi: Studi Kasus Politeknik... doi.org/10.62527/jiptek.1.2.11Strategi Pengembangan Hak Kekayaan Intelektual melalui Implementasi Sistem Informasi Studi Kasus Politeknik doi 10 62527 jiptek 1 2 11
  2. SOSIALISASI SADAR WISATA DAN BAKTI SOSIAL BAGI MASYARAKAT DESA WISATA BAKAU SERIP KELURAHAN SAMBAU KECAMATAN... jurnal.btp.ac.id/index.php/jurnalkekerwisata/article/view/53SOSIALISASI SADAR WISATA DAN BAKTI SOSIAL BAGI MASYARAKAT DESA WISATA BAKAU SERIP KELURAHAN SAMBAU KECAMATAN jurnal btp ac index php jurnalkekerwisata article view 53
  3. The Influence of Audit Staff Quality and Client Type on Audit Evidence Collection with Communication... doi.org/10.33005/jasf.v3i1.79The Influence of Audit Staff Quality and Client Type on Audit Evidence Collection with Communication doi 10 33005 jasf v3i1 79
Read online
File size410.75 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test