UMLUML

Psyche: Jurnal PsikologiPsyche: Jurnal Psikologi

Tradisi Kahiya merupakan tradisi kesucian dengan nilai kemurnian sosial dan pembentukan moral yang menjadi simbol kedewasaan bagi remaja wanita di Buton Tengah. Tradisi ini dilaksanakan minimal setelah mengalami menstruasi. Perkembangan dan pergeseran nilai kehidupan sosial masyarakat yang lebih modern menyebabkan pemahaman dan pemaknaan berbeda mengenai tradisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemaknaan remaja wanita terhadap tradisi Kahiya di Buton Tengah dan faktor yang memengaruhi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap remaja wanita Buton Tengah usia 14-20 tahun yang telah menjalani tradisi ini. Teknik analisis data menggunakan Descriptive phenomenological analysis (DFA). Hasil penelitian menemukan tradisi kahiya tidak saja sebagai tradisi turun temurun, namun dimaknai berbeda-beda tergantung pada pengalaman subjektif narasumber selama menjalani tradisi tersebut. Proses pemaknaan kahiya dipengaruhi oleh faktor internal berupa belief dan prinsip hidup, dan faktor eksternal berupa kepercayaan, mitos, lingkungan keluarga dan teman sebaya. Implikasi penelitian ini pada remaja wanita yang akan dan telah menjalani kahiya untuk memahami tradisi yang dilakukan sehingga dapat lebih menginternalisasi tujuan positif dari pelaksanaan tradisi tersebut. Selain itu, proses pemaknaan kahiya melalui sosialisasi keluarga dan teman sebaya dapat lebih dioptimalkan untuk pelestariannya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Kahiya dimaknai secara beragam oleh remaja wanita di Buton Tengah, dipengaruhi oleh pengalaman subjektif dan faktor internal seperti kepercayaan serta faktor eksternal seperti keluarga dan teman sebaya.Tradisi ini tidak hanya dipandang sebagai ritual turun temurun, tetapi juga sebagai simbol kedewasaan, ritual keagamaan, dan upaya pelestarian budaya.Modernisasi telah mengubah pemaknaan tradisi ini, namun nilai-nilai budaya tetap menjadi bagian penting dalam pembentukan identitas dan moralitas remaja.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memperluas cakupan partisipan penelitian, tidak hanya terbatas pada keturunan sultan, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pelaksanaan tradisi Kahiya di masyarakat Buton Tengah secara umum. Selain itu, penelitian dapat menggali lebih dalam mengenai dampak psikologis jangka panjang dari tradisi Kahiya terhadap perkembangan identitas dan kesejahteraan mental remaja wanita. Sebagai pengembangan, penelitian dapat difokuskan pada bagaimana tradisi Kahiya dapat diintegrasikan dengan program pendidikan karakter di sekolah-sekolah di Buton Tengah, sehingga nilai-nilai positif tradisi ini dapat diwariskan kepada generasi muda secara berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan model penelitian indigenus dalam bidang Psikologi.

  1. PENTINGNYA PEMAHAMAN BUDAYA DAN IDENTITAS SOSIAL | Jurnal Manejemen, Akuntansi dan Pendidikan. pemahaman... journal.yapakama.com/index.php/JAMAPEDIK/article/view/4PENTINGNYA PEMAHAMAN BUDAYA DAN IDENTITAS SOSIAL Jurnal Manejemen Akuntansi dan Pendidikan pemahaman journal yapakama index php JAMAPEDIK article view 4
  2. MAKNA TRADISI ‘KAHIYA’ REMAJA WANITA BUTON TENGAH (MEMAKNAI BUDAYA... journal.uml.ac.id/TIT/article/view/2992MAKNA TRADISI yCuKAHIYAyCE REMAJA WANITA BUTON TENGAH MEMAKNAI BUDAYA journal uml ac TIT article view 2992
Read online
File size479.04 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test