USUUSU
LingPoet: Journal of Linguistics and Literary ResearchLingPoet: Journal of Linguistics and Literary ResearchFilm horor fiksi ilmiah Alien (1979) karya Ridley Scott menggambarkan perjuangan kru kapal luar angkasa Nostromo melawan monster alien pembunuh. Film ini telah diinterpretasikan melalui lensa kritis seperti feminisme (Kuhn, 1990), psikoanalisis (Telotte, 2001), hukum (Crofts, 2021), dan rasisme (Sobchak, 2001), tetapi masih ada ruang untuk interpretasi lain. Artikel ini mengusulkan pembacaan Cultural Studies Marxisme terhadap film dengan melakukan analisis teks ketat terhadap struktur naratif, dialog karakter, desain produksi, dan sinematografi untuk mengeksplorasi tiga konsep Marxisme inti: tenaga kerja teralienasi, konflik kelas, dan fetisisme komoditas. Ini diperluas menjadi gambaran konteks sosio-ekonomi kontemporer Amerika tahun 1970-an (AS), seperti struktur kekuasaan dalam ekonomi industri, kecemasan ketenagakerjaan, hegemoni korporasi, serta efek yang berkelanjutan dari Perang Dingin di Barat. Temuan menunjukkan alienasi kru Nostromo dari: 1) produk mereka (makhluk hidup alien pembunuh yang mereka diarahkan untuk mengambil); 2) aktivitas produktif mereka (setuju dengan syarat yang tidak memadai yang didorong hanya oleh paksaan upah); 3) potensi manusia mereka (ketidakhadiran tujuan dari tenaga kerja); 4) pekerja lain (ketidakpercayaan dan keterpakaian). Konflik kelas antara proletariat (kru Nostromo) dan borjuis (perusahaan tanpa wajah, tidak manusiawi yang diwakili oleh komputer AI Ibu dan oleh ekstensi, alien) membentuk narasi film tentang eksploitasi dan pengkhianatan. Dan terakhir, monster alien dapat diinterpretasikan sebagai komoditas yang difetishkan yang diinginkan oleh perusahaan untuk nilainya yang potensial, sepenuhnya menutupi nilai nyawa kru. Dengan menyamakan temuan ini dengan gambaran masalah sosio-ekonomi 1970-an di Amerika dalam kapitalisme, seperti ketidakpercayaan terhadap otoritas dan hegemoni korporasi, pengaruh yang mungkin terhadap tema film dapat dilihat. Kesimpulannya, kritik Marxisme ini mengungkapkan penggambaran tenaga kerja yang dapat dibuang dalam film yang masih berdampak pada penonton modern meskipun jarak geopolitik, memfasilitasi keterlibatan lintas budaya tentang masalah sosial abadi dan global.
Menganalisis Alien (1979) melalui kacamata Cultural Studies Marxisme menunjukkan bahwa film ini lebih dari sekadar cerita horor fiksi ilmiah.itu adalah alegori tajam tentang eksploitasi pekerja.Tiga konsep Cultural Studies Marxisme inti, yaitu tenaga kerja teralienasi, konflik kelas, dan fetisisme komoditas, menggambarkan kondisi kru Nostromo yang dipaksa bekerja di bawah syarat yang tidak adil, diposisikan sebagai tenaga kerja yang dapat dibuang, dan dianggap kurang berharga daripada komoditas berbahaya (alien) yang mereka ambil.Perusahaan tanpa wajah, yang diwujudkan oleh Mother dan Ash, menegakkan logika kapitalis dengan penentuan yang tidak manusiawi.Dingin ini diperkuat melalui desain industri Nostromo dan alien biomekanik.mekanis, tanpa belas kasihan, dan tanpa empati.Diletakkan dalam konteks sosio-ekonomi Amerika tahun 1970-an - era stagflasi, penurunan serikat buruh, dan bangkitnya hegemoni korporasi - film ini mencerminkan kecemasan kolektif terhadap masa depan yang didorong oleh logika neoliberal.penonton lintas budaya, termasuk di Asia Tenggara, masih dapat mengenali kritik yang sama dalam masalah tenaga kerja kontemporer.Kesimpulannya, Alien bukan hanya cerminan kecemasan Amerika tahun 1970-an, tetapi juga alegori kuat tentang kondisi pekerja dalam sistem ekonomi-politik global.Kritiknya terhadap logika kapitalistik yang mengorbankan nyawa manusia demi akumulasi modal masih relevan karena operasinya berlanjut hingga saat ini dalam bentuk yang mungkin telah menjadi lebih kompleks dan kejam.
Saran penelitian lanjutan yang diusulkan dalam artikel ini mencakup: 1) Menganalisis lebih lanjut bagaimana Alien (1979) merefleksikan kecemasan dan ketidakpercayaan terhadap otoritas dan korporasi di Amerika tahun 1970-an, dan bagaimana tema ini masih relevan dengan masalah sosial kontemporer di berbagai budaya. 2) Meneliti bagaimana film ini dapat digunakan sebagai alat pendidikan untuk mendorong kesadaran kritis di antara siswa dan penonton, mengungkapkan hubungan kekuasaan tersembunyi dalam budaya populer. 3) Mempelajari bagaimana kritik film terhadap hegemoni korporasi dan alienasi tenaga kerja dapat diterapkan pada masalah tenaga kerja kontemporer di Indonesia dan Asia Tenggara, seperti eksploitasi korporasi di perkebunan sawit dan industri pertambangan, serta kondisi kerja yang tidak aman dan ketidakseimbangan kekuasaan di sektor tekstil dan elektronik.
- Centering labor in the land grab debate: The Journal of Peasant Studies: Vol 38, No 2. centering labor... tandfonline.com/doi/abs/10.1080/03066150.2011.559009Centering labor in the land grab debate The Journal of Peasant Studies Vol 38 No 2 centering labor tandfonline doi abs 10 1080 03066150 2011 559009
- “You’ve been in my life so long I can’t remember anything else” | 9 |. my life... doi.org/10.4324/9780203165195-9AuYouAove been in my life so long I canAot remember anything elseAy 9 my life doi 10 4324 9780203165195 9
- Alien and Storytelling in the Anthropocene: Evolutionism, Creationism and Pseudoarchaeology in Science... eap-iea.org/index.php/eap/article/view/197Alien and Storytelling in the Anthropocene Evolutionism Creationism and Pseudoarchaeology in Science eap iea index php eap article view 197
- The Postcolonial Aura: Third World Criticism in the Age of Global Capitalism | Critical Inquiry: Vol... journals.uchicago.edu/doi/10.1086/448714The Postcolonial Aura Third World Criticism in the Age of Global Capitalism Critical Inquiry Vol journals uchicago edu doi 10 1086 448714
- Transactions of the Institute of British Geographers - Wiley Online Library. transactions institute british... doi.org/10.1111/1475-5661.00065Transactions of the Institute of British Geographers Wiley Online Library transactions institute british doi 10 1111 1475 5661 00065
| File size | 681.58 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
DINUSDINUS Mayoritas film horor Indonesia selama ini dipandang lebih menjual konten pornografi dibandingkan cerita horor itu sendiri. Namun, melalui penelitian iniMayoritas film horor Indonesia selama ini dipandang lebih menjual konten pornografi dibandingkan cerita horor itu sendiri. Namun, melalui penelitian ini
DINUSDINUS Poster-poster Iklan layanan Masyarakat tersebut bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat melalui pesan yang ingin disampaikan oleh desainer posterPoster-poster Iklan layanan Masyarakat tersebut bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat melalui pesan yang ingin disampaikan oleh desainer poster
DINUSDINUS Luaran dari penelitian dan pengembangan desain adalah beberapa alternatif desain identitas kota. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa bangunan ikonikLuaran dari penelitian dan pengembangan desain adalah beberapa alternatif desain identitas kota. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa bangunan ikonik
DINUSDINUS Laki-laki memiliki trik-trik untuk mendekati perempuan dan hal ini dibahas secara menarik dalam iklan AXE. Inilah tema besar yang diangkat oleh AXE dalamLaki-laki memiliki trik-trik untuk mendekati perempuan dan hal ini dibahas secara menarik dalam iklan AXE. Inilah tema besar yang diangkat oleh AXE dalam
STIBAIEC JAKARTASTIBAIEC JAKARTA Penelitian ini mengidentifikasi 58 kejadian kata makian dalam film We Have a Ghost, mengkategorikannya ke dalam empat tipe (ekspletif, abusif, humoris,Penelitian ini mengidentifikasi 58 kejadian kata makian dalam film We Have a Ghost, mengkategorikannya ke dalam empat tipe (ekspletif, abusif, humoris,
BUMIGORABUMIGORA Ketiga elemen kepribadian ini membentuk perilaku dan keputusan individu tokoh utama dalam film Seher. Karakter impulsif dan destruktif tokoh utama diperolehKetiga elemen kepribadian ini membentuk perilaku dan keputusan individu tokoh utama dalam film Seher. Karakter impulsif dan destruktif tokoh utama diperoleh
IDEBAHASAIDEBAHASA Studi konsep eksorsisme dalam film Kuasa Gelap (2024) mengungkapkan tiga hal utama. Pertama, eksorsisme tidak selalu terkait unsur mistis atau dukun. Kedua,Studi konsep eksorsisme dalam film Kuasa Gelap (2024) mengungkapkan tiga hal utama. Pertama, eksorsisme tidak selalu terkait unsur mistis atau dukun. Kedua,
PCIJOURNALPCIJOURNAL denotasi yang menggambarkan cerita tragedi mahasiswa KKN, konotasi yang mengekspresikan penyesalan atas tindakan berlebihan, serta mitos yang menekankandenotasi yang menggambarkan cerita tragedi mahasiswa KKN, konotasi yang mengekspresikan penyesalan atas tindakan berlebihan, serta mitos yang menekankan
Useful /
USUUSU Ini terdiri dari respons minimal (38,75%), pujian (28,75%), interupsi (17,50%), dan perintah dan direktif (15%). Kedua, terdapat 271 ekspresi Taylor SwiftIni terdiri dari respons minimal (38,75%), pujian (28,75%), interupsi (17,50%), dan perintah dan direktif (15%). Kedua, terdapat 271 ekspresi Taylor Swift
USUUSU The data include the lyrics of 16 songs in Taylor Swifts album “The Tortured Poets Department. This study employed content analysis method where theThe data include the lyrics of 16 songs in Taylor Swifts album “The Tortured Poets Department. This study employed content analysis method where the
PCIJOURNALPCIJOURNAL Oleh karena itu, hubungan masyarakat siber menjadi kebutuhan penting bagi setiap organisasi untuk meningkatkan citra positifnya di mata publik. ImplementasiOleh karena itu, hubungan masyarakat siber menjadi kebutuhan penting bagi setiap organisasi untuk meningkatkan citra positifnya di mata publik. Implementasi
IDEBAHASAIDEBAHASA Ditulis pada era 1990-an, ketika banyak ulama Minangkabau lebih memfokuskan perhatian pada pendidikan dan aktivitas intelektual dibandingkan perlawananDitulis pada era 1990-an, ketika banyak ulama Minangkabau lebih memfokuskan perhatian pada pendidikan dan aktivitas intelektual dibandingkan perlawanan