DINUSDINUS

ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & MultimediaANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia

Forgotten adalah band asal kota Bandung yang beraliran death metal. Band ini telah memiliki beberapa album yang cukup sukses. Salah satu faktor yang turut berperan penting dalam album-album Forgotten adalah desain sampul album. Sampul album merupakan identitas dan pesan dari musik yang dibawakan oleh Forgotten. Dalam sampul album, terdapat salah satu elemen visual yaitu Tipografi. Salah satu peran tipografi dalam sampul album Forgotten adalah sebagai logotype dari band. Yang menarik, dari lima album yang telah dirilis Forgotten yaitu Future Syndrome (1997), Obsesi Mati (2000), Tuhan Telah Mati (2001), Tiga Angka Enam (2003) dan Laras Perlaya (2011) adalah tampilan logotype band yang selalu berbeda. Perubahan logotype Forgotten disebabkan oleh beberapa faktor seperti adanya perubahan selera, transformasi musik dan pergantian personil yang dialami oleh band Forgotten. Perubahan ini berakibat pada munculnya kesan visual yang berbeda-beda dari masing-masing logotype di setiap sampul albumnya. Apalagi logotype band dengan genre death metal memiliki kecendrungan yang unik, dekoratif, bahkan sulit untuk dibaca. Oleh karena itu untuk mengetahui kesan visual yang dimunculkan oleh setiap logotype akan dilakukan penelitian dengan pendekatan tipografi. Tujuan dari penelitian ini adalah selain untuk mengetahui perubahan logotype dari kelima sampul album yang telah dirilis oleh Forgotten juga ingin mengetahui kesan visual terhadap tipografi terkait dengan prinsip kejelasan (legibility), keterbacaan (readability) dan kemampuannya untuk dilihat pada jarak tertentu (visibility).

Berdasarkan hasil pembahasan, logotype Forgotten di album Future Syndrome, Obsesi Mati, Tuhan Telah Mati, Tiga Angka Enam dan Laras Perlaya memiliki tingkat legibility, readability dan visibility yang berbeda-beda.Logotype pada album Tuhan Telah Mati dan Layar Perlaya misalnya memiliki tingkat yang cukup baik dari sisi kejelasan, keterbacaan, dan jarak pandang.Sedangkan logotype pada album Future Syndrome , Obsesi Mati dan Tiga Angka Enam memiliki tingkat kejelasan, keterbacaan, dan jarak pandang yang kurang/tidak baik.Hal-hal tersebut disebabkan karena pengaruh jenis, struktur huruf, jarak antar huruf dan elemen visual lain (seperti ornamen).Tingkat legibility, readability dan visibility yang berbeda-beda, pada akhirnya memunculkan kesan visual yang berbeda pula.Berdasarkan penelitian ini, penulis merekomendasikan agar perancangan sebuah logotype tidak hanya mengedepankan sisi estetika semata namun juga harus tetap memperhatikan prinsip tipografi agar fungsi logotype lebih maksimal.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara logotype band Forgotten dengan band-band death metal lainnya, baik dari segi desain maupun kesan visual yang ingin dicapai. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian tentang pengaruh perubahan logotype terhadap identitas dan citra band Forgotten di mata penggemar dan penikmat musik death metal. Terakhir, penelitian tentang bagaimana logotype band dapat menjadi alat komunikasi visual yang efektif dalam mempromosikan musik dan album band tersebut juga dapat menjadi topik menarik untuk diteliti lebih lanjut.

Read online
File size1.4 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test