MINARTISMINARTIS

Jurnal Pendidikan, Sains Dan TeknologiJurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi

Blumea balsamifera mengandung metabolit bioaktif yang diduga mendukung keberadaan bakteri endofit yang mampu menghasilkan metabolit sekunder dengan potensi pestisida, menjadikan tanaman ini sebagai sumber biopestisida ramah lingkungan yang menjanjikan. Studi ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri endofit yang berasosiasi dengan B. balsamifera dan untuk mengevaluasi aktivitas insektisida metabolit sekundernya terhadap Bemisia tabaci. Bakteri endofit diisolasi menggunakan metode Penanaman Langsung dan Penggilingan, diikuti dengan pemurnian, pewarnaan Gram, dan produksi metabolit melalui kultur cair dalam media Luria-Bertani (LB). Strain yang diisolasi diidentifikasi sebagai bakteri Gram-negatif, berbentuk batang pendek yang menghasilkan supernatan kekuningan, yang berhasil diekstraksi menggunakan etil asetat untuk mendapatkan fraksi metabolit ekstraseluler. Bioassay toksisitas menunjukkan pola respons dosis yang jelas, dengan mortalitas B. tabaci selama 24 jam meningkat dari 55,00% pada konsentrasi 35% menjadi 80,00% pada konsentrasi 75%. Analisis probit menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar 1500,95, sedangkan LT₅₀ menurun secara signifikan dari 42,26 jam menjadi 15,87 jam seiring peningkatan konsentrasi metabolit. Temuan ini menegaskan bahwa bakteri endofit yang diisolasi dari B. balsamifera mampu menghasilkan metabolit sekunder yang efektif dalam menekan populasi B. tabaci, menyoroti potensi kuatnya untuk dikembangkan sebagai biopestisida berbasis tanaman yang ramah lingkungan.

Bakteri endofit dari tanaman sembung (Blumea balsamifera) berhasil diisolasi dan diidentifikasi sebagai bakteri Gram negatif berbentuk basil pendek yang mampu menghasilkan metabolit sekunder ekstraseluler.Metabolit yang dihasilkan menunjukkan aktivitas bioinsektisida terhadap kutu kebul (Bemisia tabaci), ditandai dengan peningkatan mortalitas dan percepatan waktu kematian seiring peningkatan konsentrasi perlakuan.Temuan ini menunjukkan bahwa bakteri endofit sembung berpotensi dikembangkan sebagai sumber biopestisida ramah lingkungan, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan untuk optimasi dan pengujian skala lapangan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman dan memaksimalkan potensi bakteri endofit sembung sebagai biopestisida. Pertama, perlu dilakukan identifikasi lebih lanjut terhadap metabolit sekunder yang dihasilkan oleh bakteri endofit, termasuk analisis kimia dan mekanisme kerjanya terhadap Bemisia tabaci. Hal ini penting untuk mengoptimalkan formulasi biopestisida dan menargetkan mekanisme aksi yang spesifik pada hama. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada studi optimasi kondisi pertumbuhan bakteri endofit dalam skala besar untuk meningkatkan produksi metabolit sekunder secara efisien dan ekonomis. Optimasi ini meliputi pemilihan media pertumbuhan yang optimal, pengaturan pH, suhu, dan aerasi, serta penggunaan teknik fermentasi yang canggih. Ketiga, perlu dilakukan uji aplikasi skala lapangan untuk menguji efektivitas biopestisida berbasis bakteri endofit sembung dalam kondisi ekologis yang nyata, serta mengevaluasi dampaknya terhadap organisme non-target dan lingkungan sekitar. Uji lapangan ini akan memberikan data yang komprehensif mengenai potensi komersial dan keberlanjutan penggunaan biopestisida tersebut.

  1. Isolasi, Identifikasi, dan Uji Efektivitas Metabolit Sekunder Bakteri Endofit Sembung (Blumea balsamifera)... jurnal.minartis.com/index.php/jpst/article/view/4223Isolasi Identifikasi dan Uji Efektivitas Metabolit Sekunder Bakteri Endofit Sembung Blumea balsamifera jurnal minartis index php jpst article view 4223
Read online
File size814.87 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test