EJOURNALFPIKUNIPAEJOURNALFPIKUNIPA

Jurnal Sumberdaya Akuatik IndopasifikJurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik

Masyarakat Desa Wawama Kabupaten Pulau Morotai memanfaatkan bulu babi sebagai bahan makanan, namun pengetahuan mengenai bulu babi sendiri hanyalah sebagai bahan makanan yang bernilai ekonomis. Aspek morfologi dan ekologi sampai saat ini belum diketahui. Penelitian ini bertujuan mempelajari karakteristik morfologi dan menganalisis indeks ekologi bulu babi (Echinoidea). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2019 di Desa Wawama Kecamatan Morotai Selatan Kabupaten Pulau Morotai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan karakteristik morfologi dari jenis bulu babi yang ditemukan di lokasi penelitian baik dari bentuk tubuh, warna maupun organ lainnya. Hasil analisis indeks ekologi untuk nilai kepadatan bulu babi terlihat bervariasi, dimana jenis Diadema setosum memiliki nilai tertinggi di semua stasiun penelitian. Keanekaragaman jenis pada ketiga stasiun berkisar antara 0,658-1,032-1,336 dengan nilai rata-rata 1,009, sesuai pada kriteria keanekaragaman jenis (H) pada analisis Shannon Winner kategori sedang. Indeks kemerataan (E) kategori cukup merata karena nilai yang diperoleh berkisar antara 0,329-0,346 rata-rata 0,336 dan indeks dominasi (C) dinyatakan tidak ada spesies yang mendominasi karena nilai yang diperoleh berkisar antara 0,275-0,535 dengan nilai rata-rata dari tiga stasiun sebesar 0,396.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan karakteristik morfologi pada berbagai jenis bulu babi yang ditemukan di perairan Desa Wawama.Analisis indeks ekologi menunjukkan bahwa kepadatan bulu babi bervariasi, dengan Diadema setosum memiliki nilai tertinggi di semua stasiun penelitian.Keanekaragaman jenis bulu babi tergolong sedang, dengan kemerataan yang cukup merata dan tidak ada spesies yang mendominasi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan antara karakteristik morfologi bulu babi dengan preferensi makanan dan habitatnya, untuk memahami adaptasi spesies terhadap lingkungan. Kedua, penting untuk mengkaji dampak aktivitas manusia, seperti penangkapan berlebihan atau pencemaran, terhadap populasi dan keanekaragaman bulu babi di perairan Desa Wawama. Ketiga, penelitian mengenai potensi pemanfaatan berkelanjutan bulu babi sebagai sumber daya perikanan, dengan mempertimbangkan aspek ekologis dan sosial ekonomi masyarakat setempat, perlu dilakukan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai ekologi bulu babi dan mendukung upaya pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan di wilayah tersebut. Dengan memahami lebih dalam interaksi antara bulu babi dengan lingkungannya, kita dapat merumuskan strategi konservasi yang efektif dan memastikan keberlanjutan ekosistem perairan di Pulau Morotai.

  1. Morphological Characteristics and Ecological Index Sea Urchins (Echinoidea) in Wawama Village Water Morotai... doi.org/10.46252/jsai-fpik-unipa.2020.vol.4.no.1.95Morphological Characteristics and Ecological Index Sea Urchins Echinoidea in Wawama Village Water Morotai doi 10 46252 jsai fpik unipa 2020 vol 4 no 1 95
Read online
File size353.92 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test