PHBPHB

Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)

Pasien yang mengalami penundaan pemulihan setelah anestesi spinal akan dipindahkan ke unit perawatan pasca anestesi (PACU) yang dapat meningkatkan biaya layanan serta menurunkan kepuasan pasien. Waktu pemulihan fungsi motorik ekstremitas bawah setelah anestesi spinal merupakan durasi yang diperlukan pasien untuk dapat bergerak dari ruang pemulihan ke kamar asalnya. Penelitian ini bertujuan menentukan korelasi antara posisi head‑up dengan waktu pemulihan fungsi motorik ekstremitas bawah pada pasien anestesi spinal di ruang pemulihan. Desain penelitian berupa studi korelasional dengan pendekatan cross‑sectional, melibatkan 96 pasien anestesi spinal yang dipilih secara purposive. Variabel independen adalah posisi head‑up, sedangkan variabel dependen adalah waktu pemulihan fungsi motorik ekstremitas bawah. Analisis menggunakan uji korelasi Pearson dan menunjukkan tidak ada korelasi antara posisi head‑up dengan waktu pemulihan (p‑value = 0,099 > 0,05). Hal ini dipengaruhi oleh durasi operasi yang lebih lama sehingga efek obat anestesi spinal lebih cepat berkurang. Penelitian menyarankan agar hasil ini dijadikan tinjauan SOP terkait intervensi posisi head‑up pada pasien pasca anestesi spinal di ruang pemulihan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi signifikan antara posisi head‑up dengan waktu pemulihan fungsi motorik ekstremitas bawah pada pasien anestesi spinal di ruang pemulihan RSUD Dr.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi apakah variasi sudut head‑up (misalnya 10°, 20°, 30°) memberikan pengaruh berbeda terhadap waktu pemulihan fungsi motorik ekstremitas bawah pada pasien anestesi spinal. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki interaksi antara dosis obat anestesi spinal (dosis rendah vs tinggi) dan posisi head‑up dalam menentukan kecepatan pemulihan motorik, sehingga dapat diidentifikasi kombinasi optimal. Selain itu, diperlukan uji klinis terkontrol secara acak yang membandingkan posisi head‑up dengan posisi supin pada berbagai jenis operasi (ortopedi, urologi, obstetri) serta durasi operasi yang beragam, untuk menilai apakah faktor‑faktor tersebut memodifikasi efek posisi terhadap pemulihan. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan bukti lebih kuat bagi penyusunan pedoman praktik klinis yang berbasis bukti. Akhirnya, studi longitudinal yang mengikuti pasien hingga 24 jam pasca operasi dapat mengevaluasi dampak posisi head‑up terhadap komplikasi pasca anestesi seperti retensi urin atau mual muntah, sehingga manfaat klinis jangka pendek dan panjang dapat dipertimbangkan.

  1. Spinal Anesthesia for Awake Spine Surgery: A Paradigm Shift for Enhanced Recovery after Surgery | MDPI.... doi.org/10.3390/jcm13175326Spinal Anesthesia for Awake Spine Surgery A Paradigm Shift for Enhanced Recovery after Surgery MDPI doi 10 3390 jcm13175326
  2. Implementation of 30° Head Up Position Setting in an Effort to Accelerate Recovery in General Post-Anesthesia... jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/1884Implementation of 30A Head Up Position Setting in an Effort to Accelerate Recovery in General Post Anesthesia jmi rivierapublishing index php rp article view 1884
  3. :: YMJ :: Yonsei Medical Journal. ymj yonsei medical journal med jul english published jun https doi... doi.org/10.3349/ymj.2015.56.4.1122YMJ Yonsei Medical Journal ymj yonsei medical journal med jul english published jun https doi doi 10 3349 ymj 2015 56 4 1122
Read online
File size363.39 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test