JURNALTSMJURNALTSM

Jurnal Bisnis dan AkuntansiJurnal Bisnis dan Akuntansi

Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh bukti empiris tentang pengaruh ukuran perusahaan, tata kelola perusahaan, leverage, profitabilitas, industri, usia listing, jenis auditor, dan tingkat modal intelektual sebagai variabel independen pada pengungkapan modal intelektual sebagai variabel dependen dalam perusahaan keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2013 hingga 2015. Sampel diperoleh melalui metode purposive sampling, di mana 185 perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia memenuhi kriteria pengambilan sampel sehingga 555 data yang tersedia adalah diambil sebagai sampel. Regresi linier berganda digunakan sebagai metode analisis data dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tiga variabel - ukuran perusahaan, jenis auditor, dan industri secara statistik memiliki pengaruh terhadap pengungkapan modal intelektual, sedangkan tata kelola perusahaan, leverage, profitabilitas, daftar umur, dan tingkat modal intelektual secara statistik tidak memiliki pengaruh terhadap pengungkapan modal intelektual perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Indonesia.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, jenis auditor, dan sektor industri secara signifikan memengaruhi tingkat pengungkapan modal intelektual, sedangkan faktor tata kelola perusahaan, leverage, profitabilitas, usia pencatatan, dan tingkat modal intelektual tidak berpengaruh signifikan.Koefisien positif pada variabel ukuran perusahaan (β=0.0370) mengindikasikan bahwa perusahaan yang lebih besar dan yang diaudit oleh auditor besar cenderung mengungkapkan lebih banyak informasi modal intelektual.Hasil ini menegaskan bahwa regulasi pelaporan tahunan serta karakteristik industri menentukan intensitas pengungkapan modal intelektual di perusahaan non‑keuangan Indonesia.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas fokus dengan mengevaluasi pengaruh tata kelola perusahaan menggunakan indikator yang lebih beragam, seperti komposisi dewan komisaris, kebijakan remunerasi, serta praktik kepatuhan internal, untuk memahami mengapa variabel ini tidak signifikan dalam konteks perusahaan non‑keuangan Indonesia dan apakah variasi pada aspek tata kelola dapat meningkatkan intensitas pengungkapan modal intelektual. Selain itu, studi longitudinal yang mencakup periode setelah tahun 2015 serta melibatkan perusahaan dari sektor keuangan dan industri lainnya dapat menguji apakah dinamika pengungkapan modal intelektual berubah seiring waktu, mengingat kemungkinan adanya perubahan regulasi, teknologi, dan ekspektasi pemangku kepentingan yang dapat memengaruhi perilaku pelaporan. Terakhir, pendekatan metodologis campuran yang menggabungkan analisis kuantitatif dengan wawancara mendalam kepada manajer keuangan, auditor eksternal, serta pemangku kepentingan lain dapat mengungkap mekanisme internal dan motivasi strategis yang mendorong perusahaan dalam menentukan tingkat pengungkapan modal intelektual, khususnya terkait peran transformasi digital, tekanan ESG, serta kebutuhan akan legitimasi pasar.

  1. #dewan komisaris#dewan komisaris
  2. #penghindaran pajak#penghindaran pajak
Read online
File size159.73 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2nt
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test