STAIKUSTAIKU

Glosains: Jurnal Sains Global IndonesiaGlosains: Jurnal Sains Global Indonesia

Latar Belakang: Karsinoma hepatoseluler (KHS) berkontribusi signifikan terhadap mortalitas terkait kanker di seluruh dunia, khususnya di wilayah endemik hepatitis B seperti Indonesia. Kebutuhan akan biomarker prabedah yang andal masih menjadi celah besar, terutama untuk memprediksi invasi mikrovascular (IMV) dan proliferasi tumor. PIVKA-II secara spesifik dipilih daripada AFP karena kemampuannya yang lebih unggul dalam merefleksikan biologi invasif tumor melalui aktivasi jalur MET dan JAK/STAT. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai apakah kadar PIVKA-II serum dapat memprediksi IMV dan indeks proliferasi Ki-67. Metode: Sebuah studi retrospektif dilakukan pada 20 pasien KHS terkait HBV yang menjalani reseksi hati di RS Cipto Mangunkusumo (2017–2025). PIVKA-II serum dikategorikan tinggi (>40 mAU/mL) atau rendah (≤40 mAU/mL). IMV diidentifikasi secara histologis; ekspresi Ki-67 dikategorikan tinggi (>20%) atau rendah (≤20%) menggunakan imunohistokimia. Hasil: Kadar PIVKA-II menunjukkan hubungan signifikan dengan AFP (p = 0.033) dan stadium BCLC (p = 0.038). Analisis ROC menunjukkan bahwa PIVKA-II memiliki kemampuan diskriminatif yang cukup baik (AUC = 0.703) dalam memprediksi invasi vaskular, dengan sensitivitas 87,5% dan spesifisitas 75%. Terdapat hubungan signifikan antara kadar PIVKA-II tinggi dan terjadinya invasi vaskular (p = 0.032; RR = 2.33). Namun, PIVKA-II tidak menunjukkan kemampuan prediktif yang baik untuk proliferasi sel tumor (Ki-67) (AUC = 0.484), dan tidak ditemukan hubungan signifikan di antara keduanya (p = 0.530). Kesimpulan: PIVKA-II adalah biomarker prabedah yang berguna untuk memprediksi invasi mikrovascular pada KHS terkait HBV. Kurangnya asosiasi dengan Ki-67 menunjukkan bahwa penanda tambahan diperlukan untuk menilai perilaku proliferatif tumor. Temuan ini mendukung integrasi PIVKA-II ke dalam penilaian risiko prabedah.

Studi ini mengkonfirmasi bahwa kadar PIVKA-II serum yang tinggi secara signifikan terkait dengan invasi mikrovascular (IMV) pada karsinoma hepatoseluler (KHS) terkait HBV, menegaskan nilai PIVKA-II sebagai biomarker prabedah untuk fitur tumor agresif.Meskipun demikian, PIVKA-II tidak menunjukkan asosiasi dengan ekspresi Ki-67, mengindikasikan perlunya penanda tambahan untuk menilai perilaku proliferatif tumor.Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut dengan populasi yang lebih besar dan validasi eksternal secara prospektif, multicenter, sebelum PIVKA-II dapat direkomendasikan secara formal sebagai alat bantu keputusan klinis untuk prediksi IMV.

Untuk memperkuat bukti ilmiah dan mengoptimalkan penggunaan PIVKA-II dalam praktik klinis di Indonesia, beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan dapat dieksplorasi. Pertama, diperlukan studi validasi prospektif multi-pusat yang komprehensif di berbagai rumah sakit rujukan di Indonesia. Penelitian ini harus secara sistematis mengkonfirmasi kinerja prediktif PIVKA-II untuk invasi mikrovascular (IMV) pada karsinoma hepatoseluler (KHS) terkait HBV, sekaligus mengidentifikasi nilai ambang batas optimal yang mungkin bervariasi di antara populasi pasien yang beragam secara genetik dan lingkungan. Hal ini penting untuk memastikan PIVKA-II dapat diimplementasikan secara efektif dalam alur kerja klinis nasional. Kedua, mengingat PIVKA-II menunjukkan kinerja yang berbeda untuk IMV dan proliferasi tumor (Ki-67), penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan model prediktif multimodal. Model ini akan mengintegrasikan PIVKA-II dengan penanda lain, termasuk fitur radiologis tingkat lanjut seperti MRI kontras, biomarker molekuler yang spesifik untuk jalur proliferatif, atau bahkan profil genetik tumor. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta alat stratifikasi risiko prabedah yang lebih akurat dan komprehensif, mampu memprediksi IMV maupun perilaku tumor yang lebih luas. Ketiga, untuk mengatasi bias seleksi dari kohort pasien yang hanya menjalani reseksi, studi di masa depan harus mengevaluasi utilitas PIVKA-II pada spektrum pasien KHS yang lebih luas, termasuk mereka yang tidak memenuhi syarat untuk operasi atau menjalani modalitas terapi lain. Ini akan membantu menentukan relevansi dan manfaat PIVKA-II di seluruh tahapan penyakit dan jenis intervensi, memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang potensi biomarker ini dalam manajemen KHS.

  1. Clinical significance of half‐lives of tumor markers α‐fetoprotein... doi.org/10.1111/hepr.12942Clinical significance of halfyAAAalives of tumor markers yaAyAAAafetoprotein doi 10 1111 hepr 12942
  2. Serum PIVKA-II as a Preoperative Predictor of Microvascular Invasion and Tumor Proliferation in HBV-Related... glosains.staiku.ac.id/index.php/Glosains/article/view/658Serum PIVKA II as a Preoperative Predictor of Microvascular Invasion and Tumor Proliferation in HBV Related glosains staiku ac index php Glosains article view 658
  3. Viral hepatitis as a risk factor for the development of hepatocellular carcinoma. viral hepatitis risk... doi.org/10.20517/2394-5079.2020.49Viral hepatitis as a risk factor for the development of hepatocellular carcinoma viral hepatitis risk doi 10 20517 2394 5079 2020 49
Read online
File size321.61 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test