POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR

International Conference on Multidisciplinary Approaches in Health ScienceInternational Conference on Multidisciplinary Approaches in Health Science

Latar belakang: ISPA merupakan penyakit pertama yang diderita oleh anak di bawah lima tahun di Indonesia dan menjadi alasan utama datang ke fasilitas kesehatan. Kondisi ini dapat dimulai dengan keluhan batuk pilek non-pneumonia. Batuk pilek adalah infeksi primer nasofaring dan hidung yang sering menyerang bayi dan anak-anak. Upaya penyembuhan batuk dan pilek selain obat-obatan adalah terapi pijat pilek dan batuk dengan akupresur. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh pijat pilek dan batuk dengan akupresur terhadap waktu penyembuhan batuk pilek pada balita. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen dan desain kontrol non-ekuivalen post-test only. Populasi penelitian adalah anak usia 12-59 bulan yang menderita pilek biasa dan dirawat di Puskesmas Pandanaran Semarang, yang dikumpulkan antara 28 April dan 13 Juni 2022, sebanyak 30 responden. Partisipan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang diberikan terapi di puskesmas (paracetamol, CTM, dexamethasone, dan Vitamin B Kompleks) dan pijat pilek dan batuk dengan akupresur, dan kelompok kontrol yang diberikan terapi dari puskesmas (paracetamol, CTM, dexamethasone, dan vitamin B kompleks) tanpa pijat pilek dan batuk dengan akupresur. Observasi durasi penyembuhan batuk pilek pada balita dilakukan selama 6 hari setelah pijat pilek dan batuk dengan akupresur sekali sehari selama 3 hari berturut-turut. Hasil: Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara waktu penyembuhan kelompok dengan pijat pilek dan tanpa pijat pilek (p=0.005; p<0.05). Kesimpulan: Pijat pilek ditemukan mempercepat waktu penyembuhan batuk pilek dibandingkan tanpa pijat pilek. Temuan ini dapat diterapkan dalam praktik klinis untuk mempercepat waktu penyembuhan batuk pilek sehingga jumlah kunjungan balita sakit akibat ISPA ke puskesmas dapat berkurang.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pijat pilek dapat mempercepat waktu penyembuhan batuk pilek pada balita.Perbedaan signifikan ditemukan antara kelompok yang menerima pijat pilek dan kelompok kontrol, dengan nilai p sebesar 0,005.Temuan ini mengindikasikan bahwa pijat pilek dapat menjadi intervensi yang efektif untuk mempercepat pemulihan batuk pilek pada balita dan berpotensi mengurangi kunjungan ke fasilitas kesehatan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi titik akupresur spesifik yang paling efektif dalam mempercepat penyembuhan batuk pilek pada balita. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas pijat pilek dengan metode terapi lain, seperti pemberian obat herbal atau terapi uap. Ketiga, penelitian dengan sampel yang lebih besar dan melibatkan berbagai kelompok usia balita dapat dilakukan untuk memperkuat generalisasi temuan penelitian ini. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang manfaat pijat pilek dalam penanganan batuk pilek pada balita, sehingga dapat dikembangkan protokol terapi yang lebih efektif dan terstandarisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan anak.

Read online
File size302.04 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test