UNIFLORUNIFLOR

Prima Magistra: Jurnal Ilmiah KependidikanPrima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan

Studi ini menganalisis praktik manajemen pendidikan di Indonesia abad ke-21 melalui lensa humanisme dialogis Paulo Freire, yang menekankan kesenjangan antara tuntutan pendidikan yang berpusat pada manusia dan praktik manajemen sekolah yang didominasi oleh paradigma birokratik-teknokratik. Studi ini menggunakan desain studi kasus berganda di enam sekolah menengah untuk memeriksa bagaimana logika kepatuhan administratif dan budaya hierarkis membentuk ruang untuk dialog, refleksi kritis, dan tindakan transformasional. Temuan mengungkapkan bahwa dominasi manajemen birokratik menyebabkan berbagai disparitas, termasuk alienasi guru, partisipasi semu, kesenjangan digital, dan dehumanisasi proses pendidikan, serta membatasi dialog bermakna dan praksis. Namun, bukti menunjukkan bahwa integrasi prinsip Freirean dialog, conscientização, praksis, dan pembebasan dapat mendorong transformasi manajemen pendidikan menuju partisipasi yang lebih besar, inklusi, dan emansipasi. Studi ini menyimpulkan bahwa transformasi tersebut memerlukan reformasi administratif, penguatan kapasitas reflektif, dan pemanfaatan nilai-nilai lokal dan teknologi digital untuk mewujudkan manajemen pendidikan yang humanistik dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21.

Transformasi manajemen pendidikan di Indonesia abad ke-21 menuntut pergeseran paradigma mendasar dari model birokratik-teknokratik menuju nilai-nilai humanisme dialogis, sebagaimana yang dikemukakan oleh Paulo Freire.Temuan studi ini menegaskan bahwa dominasi logika kepatuhan administratif, partisipasi semu, dan performativitas telah menimbulkan kesenjangan struktural sistemik—mulai dari alienasi guru dan marginalisasi siswa hingga dehumanisasi proses pendidikan.Praktik manajemen yang menempatkan anggota sekolah hanya sebagai objek pasif kebijakan terbukti menghambat terwujudnya ruang untuk dialog, refleksi kritis, dan tindakan transformasional yang esensial bagi pendidikan pembebasan.Namun, studi ini juga menemukan praktik humanis praksis di beberapa sekolah yang telah mengadopsi kepemimpinan partisipatif, forum dialog reguler, dan refleksi kolektif.Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi prinsip Freire dialog, conscientização, praksis, dan pembebasan bukanlah sekadar idealisme, tetapi dapat diterapkan dalam praktik dan menghasilkan dampak positif pada iklim sekolah, partisipasi masyarakat, serta kesejahteraan guru dan siswa.

Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengembangkan model manajemen pendidikan yang lebih partisipatif dan reflektif: Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi prinsip-prinsip Freirean, seperti dialog, conscientização, dan praksis, dapat mendorong transformasi manajemen pendidikan. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan model manajemen pendidikan yang mengedepankan partisipasi dan refleksi, dengan melibatkan guru, siswa, dan pihak-pihak terkait dalam proses pengambilan keputusan. Model ini dapat dirancang untuk mendorong dialog yang bermakna, refleksi kritis, dan tindakan transformasional yang sesuai dengan kebutuhan abad ke-21.. . 2. Menerapkan teknologi digital untuk memperluas ruang dialog: Penelitian ini juga menunjukkan potensi teknologi digital dalam memperluas ruang dialog dan partisipasi. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi cara-cara inovatif untuk memanfaatkan teknologi digital, seperti platform partisipasi digital, untuk meningkatkan keterlibatan dan partisipasi anggota sekolah, terutama dalam konteks sekolah-sekolah di daerah pedesaan yang menghadapi kesenjangan digital.. . 3. Mengintegrasikan nilai-nilai lokal dalam manajemen pendidikan: Penelitian ini menekankan pentingnya nilai-nilai lokal, seperti deliberasi dan kerja sama, dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip dialogis ke dalam manajemen sekolah. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat menyelidiki cara-cara untuk mengintegrasikan nilai-nilai lokal ini ke dalam praktik manajemen pendidikan, dengan mempertimbangkan konteks sosial dan budaya yang spesifik di Indonesia. Hal ini dapat membantu menciptakan manajemen pendidikan yang lebih relevan dan responsif terhadap kebutuhan lokal.

  1. Pedagogy of Freedom: Van-Dijk’s Socio-Cognitive Discursive Analysis on Nadiem Makariem Endgame... doi.org/10.11114/smc.v12i3.7097Pedagogy of Freedom Van DijkAos Socio Cognitive Discursive Analysis on Nadiem Makariem Endgame doi 10 11114 smc v12i3 7097
Read online
File size364.75 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test