STIESTEKOMSTIESTEKOM

Education : Jurnal Sosial Humaniora dan PendidikanEducation : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan

Manusia/ makhluk hidup merupakan makhluk konfliktif yakni makhluk yang akan selalu bertentangan dengan perbedaan, pertentangan serta persaingan baik dengan cara yang baik maupun terpaksa. hal-hal ini sangat tidak dapat di hindari dikarenakan merupakan aspek nyata di dalam kehidupan sosial bermasyarakat. konflik pada tahapan tertentu sangat di butuhkan sebagai alat perubahan manusia sebagai anggota masyarakat supaya menjadi yang lebih baik lagi. terdapat pandangan kontemporer terhadap konflik didasarkan kepada anggapan-anggapan bahwa konflik merupakan sesuatu yang tidak dapat di hilangkan sebagaimana konsekuensi nya yang logis sebagai bahan interaksi makhluk hidup. tetapi yang menjadi permasalahan di sini adalah bukan bagaimana caranya supaya meredam kan koflik tetapi melainkan bagaimana cara yang ampuh untuk menangani nya secara tepat sehingga tidak akan menimbulkan hubungan yang rusak antar pribadi masing-masing bahkan juga merusak keorganisasian. seharusnya konflik bukan dijadikan bahan destruktif tetapi melainkan harus dijadikan suatu hal yang konstruktif supaya bisa dan mampu menjalani kehidupan bermasyarakat secara tertib dan teratur.

Konflik adalah ekspresi pertikaian antara individu dengan individu lain, kelompok dengan kelompok lain karena beberapa alasan.Dalam pandangan ini, pertikaian menunjukkan adanya perbedaan antara dua atau lebih individu yang diekspresikan, diingat, dan dialami.Konflik dalam organisasi disebut sebagai The Conflict Paradoks, yaitu konflik adalah pandangan bahwa di sisi konflik dianggap dapat meningkatkan kinerja kelompok, tetapi di sisi lain kebanyakan kelompok dan organisasi berusaha untuk meminimalisasikan konflik.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam mengenai peran teknologi dalam memicu dan menyelesaikan konflik di masyarakat global, mengingat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat. Kedua, penting untuk meneliti efektivitas berbagai model penyelesaian konflik lintas budaya, karena perbedaan nilai dan norma dapat menjadi penghalang dalam mencapai kesepakatan. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan program pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola konflik secara konstruktif, sehingga dapat menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan toleran. Dengan demikian, pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika konflik dan strategi penyelesaiannya dapat berkontribusi pada terciptanya perdamaian dan kesejahteraan global.

Read online
File size764.78 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test