IAESCOREIAESCORE
International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE)International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE)Hidung elektronik (E-nose) adalah perangkat pendeteksi bau yang dirancang menyerupai kemampuan hidung manusia. E-nose dapat mengidentifikasi elemen kimia yang terkandung dalam bau. E-nose terbuat dari susunan sensor gas, masing-masing mampu mendeteksi elemen kimia tertentu. Saat mendeteksi gas, setiap sensor akan menghasilkan pola khusus untuk setiap gas. Pola-pola ini dapat diklasifikasikan menggunakan algoritma jaringan saraf tiruan. Jaringan saraf tiruan merupakan metode komputasi berbasis model matematis yang meniru struktur dan cara kerja jaringan saraf manusia. Jaringan saraf terdiri dari sekelompok neuron yang saling terhubung dengan bobot. Bobot-bobot ini menentukan apakah jaringan saraf dapat memproses input tertentu menjadi output yang diinginkan. Untuk menghasilkan bobot yang tepat, jaringan saraf perlu dilatih menggunakan sejumlah sampel bensin dan alkohol. Proses pelatihan untuk menghasilkan bobot yang tepat dilakukan dengan algoritma back propagation pada komputer pribadi. Bobot yang sesuai kemudian ditransfer ke robot omni-directional yang dilengkapi dengan e-nose. Hasil menunjukkan bahwa robot mampu mengidentifikasi gas yang telah dilatih.
Jaringan saraf tiruan yang diimplementasikan pada robot omni-directional berhasil mengidentifikasi gas-gas tertentu seperti bensin dan alkohol dengan tingkat keberhasilan 100%.Namun, ketika diuji dengan gas lain yang tidak termasuk dalam pelatihan, tingkat keberhasilannya menurun menjadi 70%.Hal ini kemungkinan terjadi karena tidak tersedianya sampel gas lain yang gagal terdeteksi, sehingga jaringan saraf menjadi bingung dalam menentukan kelas gas tersebut.
Pertama, penelitian lanjutan dapat menguji kemampuan sistem dalam mengenali lebih banyak jenis gas berbahaya di lingkungan industri, seperti gas karbon monoksida atau metana, untuk meningkatkan cakupan aplikasi robot dalam deteksi dini bahaya. Kedua, perlu dikembangkan pendekatan pelatihan jaringan saraf yang dapat dilakukan secara daring (online learning) langsung pada robot, sehingga robot mampu belajar dan beradaptasi dengan gas baru tanpa harus melalui pelatihan ulang di komputer. Ketiga, penelitian berikutnya dapat mengintegrasikan sistem navigasi robot dengan sistem deteksi bau, sehingga robot tidak hanya mampu mengenali gas, tetapi juga secara otomatis bergerak mendekati sumber bau atau menjauh dari area berbahaya berdasarkan konsentrasi gas yang terdeteksi, yang dapat diujikan dalam skenario pencarian korban atau deteksi kebocoran.
| File size | 683.52 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
WALIDEMINSTITUTEWALIDEMINSTITUTE Epistemologi, sebagai cabang filsafat yang mengkaji sumber, struktur, metode, dan validitas pengetahuan, menunjukkan kesamaan mendasar antara tradisi BaratEpistemologi, sebagai cabang filsafat yang mengkaji sumber, struktur, metode, dan validitas pengetahuan, menunjukkan kesamaan mendasar antara tradisi Barat
IDEREACHIDEREACH Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peluang dan hambatan implementasi kebijakan B50 serta implikasinya terhadap agenda tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peluang dan hambatan implementasi kebijakan B50 serta implikasinya terhadap agenda tersebut.
FKM UNTIKAFKM UNTIKA Penilaian risiko menunjukkan 11 risiko kategori Low Risk, 11 risiko kategori Moderate Risk, dan 2 risiko kategori High Risk. Tidak ada pengendalian risikoPenilaian risiko menunjukkan 11 risiko kategori Low Risk, 11 risiko kategori Moderate Risk, dan 2 risiko kategori High Risk. Tidak ada pengendalian risiko
WALIDEMINSTITUTEWALIDEMINSTITUTE Penelitian ini menggunakan kerangka teori Model Penerimaan Teknologi (TAM) dan Teori Tindakan yang Masuk Akal (TRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwaPenelitian ini menggunakan kerangka teori Model Penerimaan Teknologi (TAM) dan Teori Tindakan yang Masuk Akal (TRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
STITMUBOSTITMUBO Guru sekolah dasar harus mempunyai kompetensi (profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial) serta mampu mengimplementasikan penguasaan TPACK, kemampuanGuru sekolah dasar harus mempunyai kompetensi (profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial) serta mampu mengimplementasikan penguasaan TPACK, kemampuan
STITMUBOSTITMUBO Proses penanaman karakter peduli sosial pada peserta didik, terdapat dua tahapan yang dilakukan MI Plus Al-Fatimah Bojonegoro. Pertama, adalah keteladananProses penanaman karakter peduli sosial pada peserta didik, terdapat dua tahapan yang dilakukan MI Plus Al-Fatimah Bojonegoro. Pertama, adalah keteladanan
STITMUBOSTITMUBO Hasil analisis menunjukkan bahwa Penerapan model pembelajaran PBL pada pembelajaran telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Aktivitas siswa mengalamiHasil analisis menunjukkan bahwa Penerapan model pembelajaran PBL pada pembelajaran telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Aktivitas siswa mengalami
STIKESPANTIWALUYASTIKESPANTIWALUYA Pada kondisi adaptasi kebiasaan baru, diperlukan perilaku yan baik dari masyarakat khususnya yang berada didalam suatu komunitas atau kelompokuntuk dapatPada kondisi adaptasi kebiasaan baru, diperlukan perilaku yan baik dari masyarakat khususnya yang berada didalam suatu komunitas atau kelompokuntuk dapat
Useful /
GREENATIONPUBLISHERGREENATIONPUBLISHER Pengolahan air limbah domestik berbasis biofilter memanfaatkan aktivitas bakteri pengurai sebagai komponen utama dalam menurunkan kandungan bahan organikPengolahan air limbah domestik berbasis biofilter memanfaatkan aktivitas bakteri pengurai sebagai komponen utama dalam menurunkan kandungan bahan organik
IAESCOREIAESCORE The algorithm utilizes a novel mutation strategy inspired by differential evolution to enhance the exploitation process and avoid local optima.comparativeThe algorithm utilizes a novel mutation strategy inspired by differential evolution to enhance the exploitation process and avoid local optima.comparative
IAESCOREIAESCORE Dengan menggunakan formulasi variasional yang terganggu, diperoleh beberapa persamaan diferensial biasa untuk berbagai parameter pulse. Persamaan-persamaanDengan menggunakan formulasi variasional yang terganggu, diperoleh beberapa persamaan diferensial biasa untuk berbagai parameter pulse. Persamaan-persamaan
IAESCOREIAESCORE 8% accuracy. Three empirical propagation models were used to predict path loss in a hilly area. The Okumura-Hata and Egli models showed large errors, while8% accuracy. Three empirical propagation models were used to predict path loss in a hilly area. The Okumura-Hata and Egli models showed large errors, while