DINASTIRESDINASTIRES

Journal of Law, Politic and HumanitiesJournal of Law, Politic and Humanities

Artikel ini membahas diplomasi paralel yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung melalui Program Little Bandung sebagai strategi pemasaran bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tingkat internasional. Latar belakang penelitian ini bersumber dari peran subnasional yang semakin meningkat dalam hubungan internasional dan kebutuhan pemerintah daerah untuk memperluas akses pasar bagi UMKM sebagai penggerak ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana diplomasi paralel diimplementasikan oleh Pemerintah Kota Bandung dalam Program Little Bandung dan peran UMKM sebagai aktor masyarakat yang mendukung diplomasi subnasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui pengumpulan data primer dalam bentuk wawancara dan data sekunder melalui studi dokumen dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Little Bandung adalah praktik diplomasi paralel yang otonom, berdasarkan kebutuhan regional, dan dilakukan melalui kolaborasi lintas aktor, termasuk pemerintah kota, UMKM, mitra asing, dan komunitas diaspora. UMKM tidak hanya berperan sebagai objek promosi, tetapi juga terlibat aktif dalam interaksi lintas budaya dan pembentukan jaringan ekonomi internasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diplomasi paralel berbasis UMKM dapat menjadi instrumen strategis untuk internasionalisasi ekonomi lokal dan memperkaya studi diplomasi subnasional dalam studi Hubungan Internasional.

Program Little Bandung telah terbukti mewakili praktik diplomasi paralel yang dilakukan secara aktif oleh Pemerintah Kota Bandung dalam memasarkan UMKM dan memperluas akses pasar lokal ke arena internasional.Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemerintah kota berfungsi sebagai aktor subnasional yang secara otonom merumuskan agenda internasional berdasarkan kebutuhan regional, membangun jaringan lintas batas, dan memfasilitasi keterlibatan UMKM dalam interaksi ekonomi internasional melalui promosi, bantuan, dan kerjasama dengan mitra asing.Implementasi Little Bandung di Petaling Jaya menunjukkan bahwa diplomasi paralel beroperasi sebagai instrumen fungsional yang menghubungkan kepentingan pengembangan ekonomi lokal dengan dinamika pasar global dalam kerangka kerja kerjasama subnasional.Penelitian ini mengonfirmasi bahwa praktik diplomasi paralel tidak hanya memperluas peran pemerintah kota dalam hubungan internasional, tetapi juga memperkaya pemahaman teoritis tentang internasionalisasi ekonomi regional melalui keterlibatan aktor subnasional dan masyarakat.

Berdasarkan temuan penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis dampak jangka panjang dari Program Little Bandung terhadap pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM di Kota Bandung, serta mengidentifikasi strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan daya saing UMKM di pasar internasional. (2) Meneliti peran diaspora Indonesia di Petaling Jaya dalam mempromosikan produk UMKM Kota Bandung dan bagaimana jaringan diaspora dapat dimanfaatkan untuk memperluas pasar dan memperkuat hubungan ekonomi lintas batas. (3) Mempelajari dinamika kebijakan dan pendanaan pemerintah daerah dalam mendukung praktik diplomasi paralel, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam menjaga kontinuitas dan keberlanjutan program-program diplomasi paralel yang melibatkan UMKM.

  1. Unraveling Capability and Capacity of Parallel Diplomacy Governance in Indonesia: How Far Are Indonesia’s... ecohumanism.co.uk/joe/ecohumanism/article/view/4292Unraveling Capability and Capacity of Parallel Diplomacy Governance in Indonesia How Far Are IndonesiaAos ecohumanism co uk joe ecohumanism article view 4292
  2. Vol. 6 No. 2 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities | Journal of Law, Politic and Humanities.... doi.org/10.38035/jlph.v6i2Vol 6 No 2 2025 JLPH Journal of Law Politic and Humanities Journal of Law Politic and Humanities doi 10 38035 jlph v6i2
Read online
File size341.99 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test