IMPERIUMINSTITUTEIMPERIUMINSTITUTE

SERAMBI: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis IslamSERAMBI: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Islam

Penelitian ini mengkaji bagaimana pemerintah menjaga kredibilitas green sukuk melalui POJK 18/2023, SDGs Government Securities Framework, serta kesesuaian penerbitan dan pelaporannya dengan prinsip-prinsip syariah. Pendekatan kualitatif-deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa meskipun regulasi dan kerangka keuangan berkelanjutan telah tersedia, masih terdapat celah dalam hal transparansi dan penggunaan indikator yang objektif. Selain itu, belum terdapat pedoman syariah yang baku terkait kepatuhan substansial, sehingga penilaian kepatuhan syariah cenderung terbatas pada aspek formal seperti akad. OJK dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) perlu memperkuat peran pengawasan pada saat penerbitan dan pasca-penerbitan, khususnya dalam menilai memorandum dan laporan dampak. Penelitian ini menekankan pentingnya sanksi yang lebih tegas, transparansi dalam metode seleksi proyek dan pelaporan dampak, serta integrasi prinsip al-Ḍarar Yuzāl dan Maṣlaḥah agar green sukuk tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga etis dan berdampak nyata.

The Government of Indonesia has consistently worked to enhance green sukuk credibility by developing regulations, frameworks, and sustainable implementation.However, gaps persist that permit greenwashing risks due to a lack of transparency and indicators in project selection and evaluation under the CBT mechanism, the absence of mandatory comprehensive and objective impact reporting, no requirement to use TKBI as a project or impact assessment benchmark, and a weak OJK role in supervising green aspects at issuance and post-issuance stages.OJK needs to impose stricter sanctions to reduce greenwashing risk and develop guidelines to prevent misleading claims in sustainable finance.Without these measures, NDC and SDG achievements may remain mere rhetoric, failing to reflect real impacts on environmental sustainability and community well-being.Sharia compliance of green sukuk remains predominantly focused on formal aspects such as contract structure, while substantive elements reflecting maqāṣid al-Sharīʿah, particularly environmental sustainability and public welfare (ḥifẓ al-biah), have not been adequately integrated.The absence of explicit Sharia standards for green projects, such as Sharia compliance reporting, and limited Sharia Supervisory Board involvement in post-issuance oversight indicate that Sharia principles tend to function as symbolic legitimacy.In reality, principles like al-Ḍarar Yuzāl and Maṣlaḥah are highly relevant for ensuring that green sukuk are not only legally valid but also deliver positive social and environmental impacts.Therefore, a more holistic Sharia compliance approach is needed, one that encompasses ethical and substantive project sustainability evaluation, so that green sukuk genuinely embody Islamic values in green investment practice.

Untuk memperkuat kredibilitas dan kepatuhan syariah green sukuk, diperlukan upaya-upaya berikut: . . 1. Memperkuat peran pengawasan OJK dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam menilai memorandum dan laporan dampak, serta menerapkan sanksi yang lebih tegas bagi pelanggaran.. 2. Meningkatkan transparansi dalam metode seleksi proyek dan pelaporan dampak, dengan menggunakan indikator yang jelas dan terukur, serta memastikan bahwa proyek-proyek yang didanai benar-benar berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.. 3. Mengintegrasikan prinsip al-Ḍarar Yuzāl dan Maṣlaḥah dalam penilaian kepatuhan syariah, agar green sukuk tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga etis dan berdampak nyata.. . Selain itu, penelitian ini juga menyarankan agar OJK mengembangkan pedoman untuk mencegah greenwashing dalam keuangan berkelanjutan, serta meningkatkan partisipasi publik dalam pelaporan dugaan greenwashing. Dengan demikian, diharapkan green sukuk dapat menjadi instrumen pembiayaan yang kredibel, syariah, dan berdampak nyata dalam mendukung pencapaian target emisi bersih nol di Indonesia.

  1. Developing a Forest City in a New Capital City: A Thematic Analysis of the Indonesian Government’s... doi.org/10.21787/JBP.15.2023.1-13Developing a Forest City in a New Capital City A Thematic Analysis of the Indonesian GovernmentyCEs doi 10 21787 JBP 15 2023 1 13
  2. Greenwashing in Corporate Environmentalism Research and Practice: The Importance of What We Say and Do... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1086026614537078Greenwashing in Corporate Environmentalism Research and Practice The Importance of What We Say and Do journals sagepub doi 10 1177 1086026614537078
  3. Volume9-Issue1-Article1 – JIBM. volume9 issue1 article1 jibm journal islamic business management... doi.org/10.26501/jibm/2019.0901-002Volume9 Issue1 Article1 Ae JIBM volume9 issue1 article1 jibm journal islamic business management doi 10 26501 jibm 2019 0901 002
Read online
File size895.15 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test