UNWIRUNWIR

Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra IndonesiaBahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia

Dalam tatanan kehidupan masyarakat, tubuh acapkali menjadi objek kuasa. Tubuh senantiasa dimanipulasi oleh kuasa, baik dalam arti anatomi seperti yang dilakukan oleh tenaga medis, maupun dalam arti strategi politis yang bersifat mengatur, mengontrol dan mengendalikan. Lewat mekanisme penjara, tubuh perempuan menjadi objek kepatuhan demi menghindari konsekuensi hukum. Hal ini tergambar jelas lewat tokoh Firdaus dalam novel Perempuan di Titik Nol karangan Nawal el-Saadawi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan berlandaskan teori docile bodies Foucault. Teori tersebut berkaitan dengan analisis Michael Foucault mengenai cara kerja penjara dan sistem panoptikon dalam mengendalikan tubuh manusia. Tujuan penelitian ini yaitu menunjukkan cara kerja situs penjara sebagai alat untuk mendisiplinkan tubuh perempuan dalam novel Perempuan di Titik Nol karangan Nawal el-Saadawi. Hasil penelitian ini mengungkapkan adanya peran penjara sebagai situs pendisiplinan tubuh perempuan dalam novel Perempuan di Titik Nol. Tubuh perempuan dikendalikan oleh relasi kuasa melalui tiga hal, yaitu ancaman penjara, ketergantungan profesi, dan hukuman mati.

Penjara sebagai situs pendisiplinan tokoh perempuan terdapat dalam novel Perempuan di Titik Nol karangan Nawal el-Saadawi.Tubuh perempuan dikendalikan oleh relasi kuasa melalui ancaman penjara, ketergantungan profesi, dan hukuman mati.Kepatuhan tubuh tersebut bukan semata-mata karena inferioritas perempuan, tetapi juga karena struktur kekuasaan yang menekan, mengontrol, dan mengancam.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana sistem pendidikan di Mesir pada era 1970-an turut membentuk kesadaran perempuan seperti Firdaus terhadap hukum dan penjara, mengingat bahwa disiplin tubuh tidak hanya terjadi di institusi penjara tetapi juga di sekolah dan ruang publik lainnya. Kedua, penting untuk mengeksplorasi peran media dan narasi negara dalam menggambarkan perempuan yang melanggar norma sosial sebagai pelaku kriminal, agar dapat dipahami bagaimana pembentukan citra tersebut berkontribusi pada justifikasi hukuman mati terhadap perempuan. Ketiga, perlu dikaji secara komparatif bagaimana pengalaman tokoh perempuan dalam narasi hukuman mati di negara-negara dengan sistem hukum campuran (agama dan sekuler) mengalami mekanisme pendisiplinan yang serupa, untuk melihat apakah model panoptikon Foucault bersifat universal dalam konteks gender dan hukum. Penelitian-penelitian ini akan memperdalam pemahaman tentang interaksi kompleks antara gender, kuasa, dan institusi hukum dalam masyarakat otoriter.

  1. PENJARA SEBAGAI SITUS PENDISIPLINAN TUBUH PEREMPUAN DALAM NOVEL PEREMPUAN DI TITIK NOL KARANGAN NAWAL... bahteraindonesia.unwir.ac.id/index.php/BI/article/view/717PENJARA SEBAGAI SITUS PENDISIPLINAN TUBUH PEREMPUAN DALAM NOVEL PEREMPUAN DI TITIK NOL KARANGAN NAWAL bahteraindonesia unwir ac index php BI article view 717
Read online
File size448.71 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test