HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA

JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYAJURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA

Latar Belakang: Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) saat ini merupakan penyebab utama keempat kematian di dunia, namun diproyeksikan menjadi ke-3 penyebab utama kematian pada tahun 2020. Lebih dari 3 juta orang meninggal karena Chronic Obstructive Pulmonary Disease pada tahun 2012 terhitung 6% dari semua kematian secara global. Prevalensi morbiditas dan mortalitas terkait COPD telah meningkat dari waktu ke waktu. Terdapat 600 juta orang menderita Chronic Obstructive Pulmonary Disease di dunia dengan 65 juta orang menderita COPD derajat sedang hingga berat (WHO, 2015). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai assessment yang lebih efektif dalam menilai tingkat keparahan pada pasien COPD. Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional analitik. Pada penelitian ini, peneliti mengambil sampel dengan teknik sampling purposive. Total sampel pada penelitian ini sebanyak 30 orang dengan criteria: penderita COPD yang mejalani pengobatan di RSUD Cibinong dengan tidak ada batasan usia, pasien kooperatif dan bersedia untuk menjadi responden. Hasil: Pada uji univariate mayoritas pendidikan responden adalah SMA dengan 16 responden (53.3%). jenis kelamin mayoritas adalah laki-laki sebanyak 22 responden (73.3%). rata-rata usai 59.50 tahun dengan standar deviasi 7.490. dan rata-rata lama menderita COPD selama 5.83 tahun dengan standar deviasi 9.494 tahun. pengkajian responden dengan menggunakan kuesioner CCQ dengan kategori tidak stabil sangat terbatas sebanyak 13 responden (43.3%) sedangkan menggunakan kuesioner CAT dengan kategori yang sama hanya mendapatkan 7 responden (23.3%). Berdasarkan uji hasil mann whitney menunjukan bahwa p value ≤ 0.005 yang artinya terdapat perbedaan signifikan antara kuesioner CCQ dan CAT.

Menggunakan kuesioner CCQ lebih efisien untuk mengetahui tingkat keparahan pada pasien COPD.Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kuesioner CCQ dan CAT dalam menilai tingkat keparahan COPD.Hasil ini mengindikasikan bahwa kuesioner CCQ mungkin lebih sensitif dalam mendeteksi tingkat keparahan COPD dibandingkan dengan kuesioner CAT.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam secara demografis untuk meningkatkan generalisasi hasil. Kedua, penelitian kuantitatif dengan pendekatan longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi perubahan tingkat keparahan COPD dari waktu ke waktu dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan penyakit. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami pengalaman pasien COPD dalam menggunakan kuesioner CCQ dan CAT, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pasien terhadap pengobatan dan perubahan gaya hidup.

  1. A comparison of the assessment of health status between CCQ and CAT in | COPD. comparison assessment... doi.org/10.2147/COPD.S161225A comparison of the assessment of health status between CCQ and CAT in COPD comparison assessment doi 10 2147 COPD S161225
Read online
File size527.7 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test