UNIVMEDUNIVMED

Universa MedicinaUniversa Medicina

Latar belakang: Meskipun jarang, trombosis sinus kavernosa (CST) merupakan kondisi serius dan berpotensi mengancam nyawa yang sering kali muncul dengan gejala yang tidak spesifik. Trombosis sinus kavernosa dikaitkan dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, masing-masing sekitar 15% dan 11%. Proses diagnostik dan terapi yang kompleks menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan, mengingat angka kematian dan komplikasi yang tinggi. Kami menyajikan empat kasus dengan variasi manifestasi klinis dan hasil untuk memberikan wawasan berharga mengenai manifestasi dan penatalaksanaan CST. Deskripsi kasus: Seri kasus ini mengeksplorasi CST pada berbagai kelompok usia, termasuk satu kasus pada wanita hamil. Manifestasi klinis, data laboratorium, temuan pencitraan, patogen, pengobatan, penanganan bedah, dan hasil klinis dianalisis. Semua kasus terkait dengan satu atau lebih gejala okular. Semua pasien menunjukkan gejala mata, dengan proptosis yang terjadi secara unilateral atau bilateral. Etiologi bervariasi, mulai dari infeksi jerawat dan karies gigi hingga penyebab non-septik awal. Dari empat kasus yang disajikan, dua di antaranya berakibat fatal: satu karena sepsis berat pada pria muda dan satu lainnya awalnya aseptik tetapi kemudian berkembang menjadi sepsis pada pria usia lanjut. Dua kasus lainnya mengalami komplikasi septik dengan pemulihan penuh setelah penanganan segera.

Keberatan dan perjalanan klinis CST bervariasi, sehingga menekankan perlunya pertimbangan cermat dan strategi penatalaksanaan yang disesuaikan dengan kasus.Prognosis CST telah membaik seiring kemajuan dalam pengobatan, meskipun komplikasi masih sering terjadi.Kesadaran terhadap potensi komplikasi serius seperti trombosis sinus kavernosa yang dipicu oleh infeksi umum sangat dianjurkan.

Pertama, perlu penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi antikoagulan dan kortikosteroid dalam memperbaiki fungsi saraf kranial dan mengurangi edema orbital pada pasien CST, terutama pada kelompok usia lanjut dengan komorbiditas. Kedua, penting untuk mengkaji peran infeksi odontogenik sebagai fokus primer dalam kasus CST melalui studi kohort longitudinal yang melibatkan pasien dengan karies gigi dalam, pulp necrosis, atau periodontitis berat untuk menentukan faktor risiko spesifik yang mempercepat penyebaran ke sinus kavernosa. Ketiga, diperlukan penelitian untuk menyelidiki apakah penggunaan pencitraan neurologis serial (seperti MRI atau CT angiografi) selama perawatan dapat digunakan sebagai penanda progresi atau resolusi trombosis, membantu penyesuaian terapi secara dinamis dan mencegah kejadian fatal. Studi semacam ini dapat mengintegrasikan data klinis, laboratorium, dan pencitraan secara komprehensif untuk mengembangkan algoritma diagnosis dan tata laksana yang lebih cepat dan akurat. Fokus pada populasi hamil juga penting, mengingat satu kasus dalam laporan ini melibatkan wanita hamil, sehingga diperlukan pemahaman tentang pengaruh perubahan fisiologis kehamilan terhadap perkembangan CST. Selain itu, penelitian bisa mengevaluasi protokol antibiotik empirik yang disesuaikan dengan profil patogen lokal, terutama di rumah sakit rujukan nasional. Validasi skor risiko berbasis gejala awal juga bisa membantu deteksi dini, sementara analisis faktor predisposisi hiperkoagulatif dapat mengidentifikasi pasien yang memerlukan terapi profilaksis. Pendekatan multidisiplin yang melibatkan oftalmologi, neurologi, dan infeksi juga perlu dievaluasi efektivitasnya dalam manajemen CST.

  1. Septic Cavernous Sinus Thrombosis (CST) with Blindness Caused by Odontogenic Infection – A Case... doi.org/10.20961/magnaneurologica.v1i1.477Septic Cavernous Sinus Thrombosis CST with Blindness Caused by Odontogenic Infection Ae A Case doi 10 20961 magnaneurologica v1i1 477
Read online
File size567.75 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test