UKIMUKIM

ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi AgamaARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama

Degradasi lingkungan, khususnya ekosistem laut, telah menjadi perhatian mendesak secara global. Hal ini terutama berlaku bagi Maluku, sebuah kepulauan yang sangat terhubung dengan laut. Semua bentuk kerusakan ekologis harus menjadi kepedulian bersama, termasuk bagi gereja dan perspektif teologisnya. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan teologi kontekstual, penelitian ini mengeksplorasi nilai-nilai kosmologis masyarakat Hulaliu sebagai cara bagi teologi Kristen untuk berkontribusi secara bermakna terhadap konservasi laut di Hulaliu. Penelitian ini juga mengungkapkan keprihatinan tentang krisis ekologis laut di Hulaliu dan mengusulkan kosmologi sebagai kerangka alternatif untuk bergeser dari pemikiran yang berpusat pada manusia menuju perawatan yang lebih mendalam terhadap laut. Hasil utama penelitian ini adalah bahwa masyarakat Hulaliu dalam ide kosmologisnya menekankan bahwa laut bukan hanya sumber mata pencaharian, tetapi juga ruang di mana adat istiadat lokal, aturan, dan norma sosial terbentuk. Pandangan kosmologis masyarakat memahami laut dan daratan sebagai satu kesatuan yang saling terhubung, menawarkan bentuk kebijaksanaan lokal yang mendukung perlindungan lingkungan, termasuk hutan, daratan, laut, dan ekosistem yang lebih luas.

Laut adalah realitas dominan dan memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat kepulauan di Maluku.Perannya perlu dipahami secara mendalam agar dapat menginspirasi upaya untuk menciptakan kehidupan yang adil antara manusia dan yang lain.Keadilan ini dapat terjadi ketika gereja dan masyarakat terus menekankan pentingnya gaya hidup ramah lingkungan, mengikuti ikatan kuat dengan alam kepulauan.Oleh karena itu, nilai-nilai kosmologis yang kuat harus bergeser dari tindakan yang cenderung antropocentric, sehingga tidak ada pergeseran dalam nilai-nilai adat yang telah tertanam di daratan dan laut.Keduanya harus diberikan perhatian seimbang sehingga memiliki dampak holistik pada kehidupan manusia.Kosmologi orang Hulaliu tentang laut tidak seharusnya membatasi keberadaan laut sebagai objek semata.Namun, sebagai subjek yang akan bermitra dengan Tuhan untuk menciptakan dan berjuang untuk keadilan, maka manusia akan terbebas dari perspektif antropocentric mereka sehingga akan lebih menghargai ciptaan lain (alam) dan kehidupan yang harmonis akan tercipta.Dengan demikian, mitos roh leluhur bukanlah animisme atau paganisme, tetapi representasi Tuhan melalui kekuatan kreatif-Nya, melibatkan-Nya dalam mengejar kesetaraan antara Tuhan, manusia, dan alam.Dengan demikian, keadilan untuk ekologi dapat terwujud.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara kosmologi masyarakat Hulaliu dengan kosmologi masyarakat kepulauan lainnya di Indonesia, dengan tujuan memahami variasi dan kesamaan dalam perspektif mereka tentang hubungan antara manusia dan laut. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran dan kontribusi gereja dalam mempromosikan konservasi laut dan keberlanjutan lingkungan di Hulaliu, serta mengidentifikasi strategi konkret yang dapat diterapkan untuk mencapai tujuan ini. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak perubahan iklim terhadap ekosistem laut di Hulaliu dan mengembangkan strategi adaptasi yang sesuai untuk masyarakat setempat.

  1. Sacrality of the Sea: A Contextual Theology of the Sea Meaning in the Cosmology of the Hulaliu Community... ojs.ukim.ac.id/index.php/arumbae/article/view/1568Sacrality of the Sea A Contextual Theology of the Sea Meaning in the Cosmology of the Hulaliu Community ojs ukim ac index php arumbae article view 1568
  2. Menampakkan Corak Biru Kekristenan Indonesia | Indonesian Journal of Theology. menampakkan corak biru... doi.org/10.46567/ijt.v7i2.149Menampakkan Corak Biru Kekristenan Indonesia Indonesian Journal of Theology menampakkan corak biru doi 10 46567 ijt v7i2 149
  3. Alam sebagai Baileo Kehidupan: Suatu Kajian Teologi | Ayhuan | ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi... ojs.ukim.ac.id/index.php/arumbae/article/view/702Alam sebagai Baileo Kehidupan Suatu Kajian Teologi Ayhuan ARUMBAE Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi ojs ukim ac index php arumbae article view 702
Read online
File size370.51 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test