STIQ WALISONGOSTIQ WALISONGO

ALBAYANALBAYAN

Krisis identitas menjadi tantangan utama bagi remaja di era modern, terutama akibat tekanan sosial, budaya digital, dan globalisasi yang menimbulkan kebingungan dalam konsep diri dan rendahnya harga diri. Penelitian ini mengambil perspektif Islam melalui tazkiyatun nafs menurut Ibn Qayyim al-Jauziyyah untuk menganalisis bagaimana penyucian spiritual dapat mengatasi krisis identitas remaja kontemporer. Penelitian ini menawarkan pendekatan baru dengan mengonstruksi konsep tazkiyatun nafs Ibn Qayyim al-Jauziyyah yang bersumber dari Tafsir al-Qayyim sebagai respons terhadap krisis identitas remaja pada era modern. Dengan metode kajian literatur, studi ini menelaah tafsir klasik, teks spiritual Islam, dan penelitian psikologi modern terkait pembentukan identitas remaja. Diskusi menekankan tiga tahapan tazkiyatun nafs : takhalli, pembersihan jiwa dari sifat negatif dan pengaruh merusak, tahalli, pengembangan akhlak mulia dan kesadaran spiritual, dan tajalli, penerapan nilai ilahi dalam kehidupan pribadi dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ketiga tahapan ini memungkinkan remaja mengembangkan identitas autentik dan bermartabat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan psikologis dan spiritual. Studi ini menegaskan bahwa praktik spiritual Islam menawarkan pendekatan holistik dalam menghadapi tantangan identitas di era digital dan global.

Penelitian ini menunjukkan bahwa tazkiyatun nafs menurut Ibn Qayyim al-Jauziyyah menawarkan kerangka kerja komprehensif untuk mengatasi krisis identitas modern melalui tahapan takhalli, tahalli, dan tajalli.Pendekatan ini mengintegrasikan pembersihan diri dari pengaruh negatif, pengembangan akhlak mulia, dan penerapan nilai-nilai ilahi dalam kehidupan sehari-hari.Dengan demikian, remaja dapat membangun identitas yang autentik, bermartabat, dan selaras dengan nilai-nilai spiritual Islam.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menguji efektivitas program tazkiyatun nafs berbasis Tafsir al-Qayyim dalam mengatasi krisis identitas pada remaja di berbagai konteks sosial dan budaya. Selain itu, perlu diteliti lebih lanjut bagaimana integrasi antara pendekatan psikologi modern dan spiritual Islam dapat memperkuat resiliensi remaja dalam menghadapi tekanan globalisasi dan perkembangan teknologi. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model intervensi berbasis komunitas yang melibatkan keluarga, sekolah, dan tokoh agama untuk mendukung proses tazkiyatun nafs remaja dan memperkuat identitas mereka sebagai individu Muslim yang berkarakter.

  1. GLOBAL SALAFISM: Dari Krisis Identitas ke Politik Identitas | Politea : Jurnal Politik Islam. global... doi.org/10.20414/politea.v5i2.4892GLOBAL SALAFISM Dari Krisis Identitas ke Politik Identitas Politea Jurnal Politik Islam global doi 10 20414 politea v5i2 4892
  2. "Integrating Islamic-Based Behavioral Activation with Buya Hamka's Tazk" by Dosi Juliawati,... citeus.um.ac.id/buseli/vol5/iss2/11Integrating Islamic Based Behavioral Activation with Buya Hamkas Tazk by Dosi Juliawati citeus um ac buseli vol5 iss2 11
  3. Hallucination Disorders: The Effects of Using the Tazkiyatun Nafs Module on the Academic Achievement... doi.org/10.24018/ejedu.2022.3.4.422Hallucination Disorders The Effects of Using the Tazkiyatun Nafs Module on the Academic Achievement doi 10 24018 ejedu 2022 3 4 422
Read online
File size356.24 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test