STKIP JBSTKIP JB

Prosiding Conference on Research and Community ServicesProsiding Conference on Research and Community Services

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sumber daya manusia (SDM) dan upaya pengembangan kualitas SDM dalam pelayanan kesehatan di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BPPKPM) Makassar. Data primer bersumber dari wawancara mendalam dan focus group discussion terhadap 12 informan. Data sekunder bersumber dari dokumen resmi; rencana strategis pengembangan, laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, laporan tahunan dan kajian pustaka. Terdapat tiga tahapan dalam menganalisis data, yaitu reduksi data, presentasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kondisi SDM di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BPPKPM) Makassar sudah sesuai dengan standar namun masih membutuhkan tenaga ahli dalam bidang tertentu. Upaya pengembangan kualitas SDM dilakukan dengan membentuk manajemen SDM yang meliputi tahapan perencanaan, penyediaan dan pengembangan. Dalam pengembangan terdapat dua metode. Metode dalam jabatan yaitu pelatihan, pengembangan, rotasi, tugas sementara, dan program penilaian prestasi dan apresiasi. Metode luar jabatan yaitu program pengembangan eksekutif, pelatihan praktek kerja, dan pengembangan organisasi.

Secara umum, kondisi sumber daya manusia di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BPPKPM) Makassar telah memenuhi standar yang ditetapkan, namun masih diperlukan penambahan tenaga ahli di bidang tertentu seperti keperawatan, informatika, dan laboratorium.Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BPPKPM) Makassar telah berupaya mengembangkan kualitas sumber daya manusia melalui manajemen SDM yang komprehensif, meliputi perencanaan, penyediaan, dan pengembangan.Upaya pengembangan dilakukan melalui metode internal (on-the-job) dan eksternal (off-the-job) untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja sumber daya manusia.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai analisis kebutuhan spesifik tenaga ahli di berbagai bidang pelayanan BPPKPM Makassar, dengan mempertimbangkan proyeksi peningkatan layanan dan kebutuhan pasien di masa depan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada efektivitas program pengembangan SDM yang telah diterapkan, termasuk evaluasi dampak pelatihan dan pengembangan terhadap peningkatan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi model manajemen SDM yang inovatif dan adaptif, yang mampu mengatasi tantangan perubahan lingkungan kesehatan dan teknologi, serta meningkatkan motivasi dan retensi tenaga kesehatan. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti tenaga kesehatan, manajemen rumah sakit, dan pasien. Dengan demikian, hasil penelitian dapat memberikan rekomendasi yang lebih konkret dan relevan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan kesehatan di BPPKPM Makassar, serta menjadi model bagi pengembangan layanan kesehatan paru di wilayah lain.

  1. Mental health nursing is stretched to breaking point. mental health nursing stretched breaking point... doi.org/10.7748/ns.30.25.33.s40Mental health nursing is stretched to breaking point mental health nursing stretched breaking point doi 10 7748 ns 30 25 33 s40
Read online
File size443.21 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test