UNAIRUNAIR

Jurnal Ilmiah Perikanan dan KelautanJurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan

Bullet tuna (Auxis rochei Risso 1810) atau tongkol lisong (dalam bahasa Indonesia) penting untuk konsumsi manusia dan kesehatan, serta sebagai sumber pendapatan bagi nelayan dan masyarakat pesisir. Masalah dalam pemanfaatannya adalah over eksploitasi, dominasi tangkapan oleh kelompok yang belum dewasa, dan ancaman terhadap keamanan stok bullet tuna (BLT). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan status calon induk potensial dari bullet tuna yang ditangkap di wilayah Nusa Tenggara Kecil, khususnya dari Selat Alas hingga Samudra Hindia, Nusa Tenggara Barat (NTB). Data dikumpulkan dari Juli hingga September 2020 (musim transisi kedua) di Pelabuhan Perikanan Tanjung Luar, Lombok Timur, dengan menggunakan metode survei dependen dan teknik pengambilan sampel, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data panjang dan berat badan digunakan untuk memperkirakan hubungan panjang dan berat, pola pertumbuhan, faktor kondisi, kelompok usia ikan, dan nilai tangkapan. Data primer dan sekunder diproses secara kuantitatif menggunakan beberapa persamaan. Pola pertumbuhan bullet tuna adalah minor allometric (b = 2,875), layak dijual (K > 1,00), dan sebagian besar adalah ikan dewasa atau kelompok matang. Model LWR adalah BW = 0,0209FL2,875. Kondisi ini menunjukkan bahwa bullet tuna layak ditangkap (FLc/FLm > 1,0 = 94,77%) dan layak untuk pembiakan, sehingga memenuhi syarat sebagai calon induk potensial untuk mendukung pengelolaan berkelanjutan di perikanan BLT. Selain itu, nelayan telah menerapkan Kode Perilaku untuk Perikanan Bertanggung Jawab (CCRF) dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sumber daya dan cadangan populasi bullet tuna dalam kondisi aman, didominasi oleh kelompok usia dewasa dan belum dewasa, dan memiliki status yang tepat sebagai calon induk potensial.Pemanfaatan sumber daya bullet tuna dikategorikan sebagai ramah lingkungan, dan pengelolaannya telah menerapkan Kode Perilaku untuk Perikanan Bertanggung Jawab (CCRF) untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang pola pertumbuhan dan faktor kondisi bullet tuna di berbagai wilayah, termasuk di Selat Alas dan Samudra Hindia. Penelitian ini dapat membantu memahami dinamika populasi dan kesehatan ekosistem di wilayah tersebut. Selain itu, studi tentang efektivitas dan keberlanjutan praktik perikanan yang ramah lingkungan, seperti penggunaan kode perilaku CCRF, dapat dilakukan untuk memastikan bahwa pengelolaan sumber daya perikanan bullet tuna berkelanjutan dan berkelanjutan.

  1. PARAMETER POPULASI DAN POLA REKRUITMEN IKAN TONGKOL LISONG (Auxis rochei Risso, 1810) DI PERAIRAN BARAT... ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/bawal/article/view/294PARAMETER POPULASI DAN POLA REKRUITMEN IKAN TONGKOL LISONG Auxis rochei Risso 1810 DI PERAIRAN BARAT ejournal balitbang kkp go index php bawal article view 294
  2. Biological Aspect of Bullet Tuna Auxis rochei (Risso, 1810).... biological aspect bullet tuna auxis rochei... doi.org/10.2478/cjf-2019-0013Biological Aspect of Bullet Tuna Auxis rochei Risso 1810 biological aspect bullet tuna auxis rochei doi 10 2478 cjf 2019 0013
  3. POLA PERTUMBUHAN DAN FAKTOR KONDISI TONGKOL KOMO, Euthynnus affinis (Cantor, 1849) DI PERAIRAN TANJUNG... doi.org/10.15578/bawal.10.3.2018.179-185POLA PERTUMBUHAN DAN FAKTOR KONDISI TONGKOL KOMO Euthynnus affinis Cantor 1849 DI PERAIRAN TANJUNG doi 10 15578 bawal 10 3 2018 179 185
Read online
File size978.82 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test