UNASUNAS

Journal of Tropical BiodiversityJournal of Tropical Biodiversity

Burung adalah hewan yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia, baik untuk dimanfaatkan sebagai makanan maupun untuk didistribusikan sebagai hobi. Namun, saat ini keberadaan burung di alam semakin mengalami penurunan keanekaragaman dan bahkan terancam punah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis burung yang diperdagangkan di kota Pontianak dan kabupaten Kubu Raya beserta status IUCN dan status perdagangan (CITES) mereka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-April 2021. Metode yang digunakan adalah observasi langsung (pencatatan) dan melakukan wawancara dengan pemilik toko burung. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, jumlah toko di Kota Pontianak adalah 19 toko burung. Sementara itu, jumlah toko di Kabupaten Kubu Raya adalah sembilan toko burung. Burung yang paling umum ditemukan di toko-toko berasal dari famili Muscicapidae, 48 spesies burung diperdagangkan dengan status least concern (LC), lima spesies near threatened (NT), delapan spesies vulnerable (VU), dan dua spesies critically endangered (CR). 58 spesies burung tidak termasuk dalam daftar lampiran CITES, satu spesies termasuk dalam Lampiran I, yaitu Zosterops palpebrosus, dan empat spesies termasuk dalam Lampiran II, yaitu Leucopsar rothschildi, Garrulax canorus, Pycnonotus zeylanicus, dan Melopsittacus undulates. Sementara itu, mayoritas burung (91%) yang ditemukan di toko-toko berasal dari alam dibandingkan dengan yang berasal dari ternak (9%). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa burung liar diperoleh oleh pedagang melalui perburuan dan membeli dari orang lain.

Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa penelitian tentang burung yang diperdagangkan di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya memperoleh hasil bahwa jumlah toko yang disurvei di Kota Pontianak adalah 19 toko burung.Sementara itu, jumlah toko yang disurvei di Kabupaten Kubu Raya adalah sembilan toko burung.Burung yang paling umum ditemukan di toko-toko berasal dari famili Muscicapidae, 48 spesies burung diperdagangkan dengan status least concern (LC), lima spesies near threatened (NT), delapan spesies vulnerable (VU), dan dua spesies critically endangered (CR).58 spesies burung tidak termasuk dalam daftar lampiran CITES, dan satu spesies termasuk dalam Lampiran I, yaitu Zosterops palpebrosus, dan empat spesies termasuk dalam Lampiran II, yaitu Leucopsar rothschildi, Garrulax canorus, Pycnonotus zeylanicus dan Melopsittacus undulates.Sementara itu, mayoritas burung yang ditemukan di toko-toko berasal dari alam dibandingkan dengan yang berasal dari ternak.

Berdasarkan latar belakang penelitian yang menyoroti tingginya perdagangan burung liar di Pontianak dan Kubu Raya, serta keterbatasan data mengenai dampak sosial-ekonomi dari perdagangan ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai motivasi masyarakat lokal dalam memperdagangkan burung liar, termasuk faktor ekonomi, sosial, dan budaya yang memengaruhi keputusan mereka. Hal ini dapat dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif di komunitas sekitar lokasi perdagangan burung. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis rantai pasok perdagangan burung liar, mulai dari tingkat perburuan hingga tingkat penjualan di pasar, untuk mengidentifikasi titik-titik kritis yang dapat menjadi target intervensi. Metode analisis jaringan sosial dapat digunakan untuk memetakan hubungan antara pelaku perdagangan dan mengidentifikasi pola-pola perdagangan yang tersembunyi. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi pengembangan alternatif mata pencaharian berbasis konservasi bagi masyarakat lokal yang bergantung pada perdagangan burung liar, seperti ekowisata berbasis burung atau budidaya burung secara berkelanjutan. Penelitian ini dapat melibatkan studi kasus di komunitas yang telah berhasil menerapkan alternatif mata pencaharian berbasis konservasi, serta analisis biaya-manfaat dari berbagai opsi alternatif. Dengan menggabungkan ketiga saran penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika perdagangan burung liar di Kalimantan Barat, serta mengembangkan strategi yang efektif untuk melindungi keanekaragaman burung dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

  1. Illegal wildlife trade – surveying open animal markets and online platforms to understand the... tandfonline.com/doi/full/10.1080/14888386.2019.1568915Illegal wildlife trade yAAAe surveying open animal markets and online platforms to understand the tandfonline doi full 10 1080 14888386 2019 1568915
  1. #kesejahteraan masyarakat#kesejahteraan masyarakat
  2. #beras sejahtera#beras sejahtera
Read online
File size512.5 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2MZ
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test