STIALANSTIALAN

Jurnal Good GovernanceJurnal Good Governance

Selama ini wilayah perbatasan dikelola dengan mengedepankan pendekatan keamanan (security approach) sehingga pembangunan sosial ekonomi dan kesejahteraan masyarakat menjadi terabaikan dan terjadi ketimpangan wilayah. Hal ini mengakibatkan wilayah perbatasan di beberapa daerah menjadi daerah yang tidak berkembang dan masyarakat di wilayah perbatasan pada umumnya masih dikategorikan sebagai masyarakat menengah ke bawah. Salah satu program pemerintah untuk menjaga kedaulatan negara dan memberikan kesempatan kepada rakyat agar dapat mengelola sumber daya alam secara baik di wilayah perbatasan adalah Transmigrasi. Kabupaten Natuna yang berada di perbatasan pernah melaksanakan program transmigrasi pertama kali di Kawasan Transmigrasi Harapan Jaya pada tahun 1981-1983 yang menorehkan beberapa permasalahan. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rancangan pengembangan kawasan transmigrasi, menganalisis model pengembangan kawasan transmigrasi, dan menganalisis strategi pengembangan kawasan transmigrasi yang efektif diimplementasikan di wilayah perbatasan Kabupaten Natuna agar bersifat berkelanjutan.. . Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang dilakukan dengan kombinasi antara studi literatur dengan pengumpulan data sekunder. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, yang mana memberikan gambaran atau uraian yang bersifat deskriptif yang dijabarkan secara deduktif. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik analisis data (content analysis) dan analisis SWOT.

Pengembangan kawasan transmigrasi di perbatasan, khususnya di Kabupaten Natuna perlu dilakukan secara matang, tepat guna, dan komprehensif untuk mencapai keberlanjutan.Solusi ideal untuk meminimalisir permasalahan dalam pengembangan kawasan transmigrasi di wilayah perbatasan Kabupaten Natuna adalah dengan Green Transpolitan yang mengedepankan konsep kemitraan Pentahelix yang dikembangkan menjadi model pengembangan kawasan transmigrasi dan memadukannya dengan model pengembangan wilayah untuk kawasan transmigrasi di wilayah perbatasan.Identifikasi dan perumusan strategi pengembangan kawasan transmigrasi di wilayah perbatasan Kabupaten Natuna dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT yang mana hasil analisis menunjukkan hal yang perlu difokuskan saat ini untuk pengembangan kawasan transmigrasi Kabupaten Natuna adalah dengan memanfaatkan kekuatan dan mengatasi kelemahan untuk menghadapi peluang.

Melihat kondisi wilayah perbatasan yang unik dan dinamis, penelitian lanjutan mengenai efektivitas model Green Transpolitan perlu dilakukan, khususnya dalam konteks implementasi di lapangan. Bagaimana adaptasi model ini terhadap perubahan kebijakan pemerintah pusat dan daerah, serta bagaimana dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan transmigran dan masyarakat lokal. Selain itu, riset mengenai integrasi teknologi digital dalam sistem pertanian dan rantai pasok di kawasan transmigrasi juga penting. Studi ini dapat menggali potensi aplikasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi, membuka akses pasar baru, dan memberdayakan ekonomi lokal. Lebih jauh lagi, perlu ada penelitian yang mendalam mengenai strategi pengelolaan konflik lahan yang efektif, dengan mempertimbangkan aspek hukum adat dan partisipasi aktif dari masyarakat setempat, sehingga tercipta solusi yang adil dan berkelanjutan.

Read online
File size839.39 KB
Pages18
Short Linkhttps://juris.id/p-2Gc
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test