PURIFIKASIPURIFIKASI

Jurnal PurifikasiJurnal Purifikasi

Kelurahan Tambakjati merupakan salah satu kelurahan di Kabupaten Subang yang mengalami kesulitan dalam penyediaan air bersih. Sumber air di Kelurahan Tambakjati pada dasarnya berlimpah, namun masyarakat tidak mempunyai akses yang cukup baik terhadap sumber air tersebut. Keterbatasan akses ini disebabkan karena untuk memperoleh air bersih dari sumber yang berlimpah tersebut diperlukan biaya investasi dan operasi yang cukup tinggi, namun di sisi lain kemampuan ekonomi masyarakat sangat rendah. Oleh karena itu dalam upaya penyediaan air bersih di Kelurahan Tambakjati perlu adanya intervensi dari pemerintah. Mengingat kemampuan masyarakat yang rendah, penyediaan air bersih diupayakan agar tetap dapat bersifat cost recovery, sehingga diperlukan sejumlah strategi untuk menyesuaikan biaya penyediaan air bersih dengan kemauan membayar masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejumlah strategi keruangan dalam penyediaan air bersih untuk menyesuaikan biaya penyediaan air bersih dengan kemauan membayar masyarakat.

Sistem penyediaan air bersih yang tepat untuk dikembangkan di Kelurahan Tambakjati terdiri atas dua alternatif, yaitu sistem yang menggunakan air permukaan dan sistem yang menggunakan sumur dalam.Strategi keruangan untuk skenario air permukaan adalah memperluas wilayah pelayanan hingga Kelurahan Ciberes, Gempolsari, dan Jatiragas Hilir, dengan jumlah pelanggan 85% dari total penduduk serta kepadatan pelanggan 0,050 SL/m.Strategi untuk skenario sumur dalam adalah mencakup 80% penduduk Tambakjati dengan kepadatan pelanggan sebesar 0,057 SL/m agar biaya sesuai dengan kemauan membayar masyarakat.

Pertama, perlu diteliti bagaimana penerapan strategi keruangan dengan memperluas cakupan pelayanan air bersih ke desa-desa tetangga bisa berdampak pada keberlanjutan sistem penyediaan air, termasuk dalam hal pemeliharaan infrastruktur dan kelembagaan pengelolaan bersama. Kedua, penting untuk mengkaji apakah peningkatan kepadatan pelanggan melalui pembangunan permukiman terencana atau konsolidasi wilayah bisa menjadi solusi jangka panjang yang ekonomis dan sosialnya berkelanjutan di wilayah pesisir seperti Tambakjati. Ketiga, perlu dikembangkan model pembiayaan campuran, misalnya dengan skema kemitraan masyarakat dan pemerintah, untuk menilai kelayakan sistem penyediaan air berbasis sumur dalam atau air permukaan jika biaya awal ditanggung bersama, sehingga tarif yang terjangkau tetap bisa dipertahankan tanpa mengorbankan kualitas dan ketersediaan air.

  1. #air bersih#air bersih
  2. #fly ash#fly ash
Read online
File size341.49 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2MU
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test