UMAUMA
JPPUMA: Journal of Governmental and Political Science University of Medan AreaJPPUMA: Journal of Governmental and Political Science University of Medan AreaTulisan ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab wanita melakukan perkawinan pada usia dini. Faktor utama yang menyebabkan wanita melakukan perkawinan usia dini adalah kematangan seksual secara fisik. Perempuan yang menikah di usia dini telah matang secara fisik untuk melakukan aktivitas seksual, sehingga mereka ingin melakukannya meskipun seharusnya belum diperbolehkan. Faktor lainnya adalah pendidikan, di mana perempuan tersebut tidak lagi berminat melanjutkan sekolah sehingga memilih menikah. Aktivitas belajar yang dulunya mereka sukai menjadi tidak menarik dan membosankan, sedangkan kehidupan rumah tangga dianggap lebih menarik dan menyenangkan.
Pelaku perkawinan usia dini di daerah penelitian umumnya menikah karena telah melakukan hubungan suami-istri di luar nikah.Masyarakat tidak menyetujui praktik perkawinan usia dini, meskipun fenomena tersebut semakin meningkat.Perkawinan usia dini pada perempuan dilatarbelakangi oleh faktor ekonomi, pendidikan, dan kematangan fisik yang membuat mereka ingin segera menikah.
Pertama, perlu diteliti lebih lanjut mengapa remaja perempuan yang telah mengalami kematangan fisik cenderung memilih menikah dini meskipun memiliki akses terhadap informasi kesehatan reproduksi, guna memahami celah antara pengetahuan dan pengambilan keputusan. Kedua, penting untuk mengkaji dampak psikologis jangka panjang terhadap perempuan yang menikah di bawah usia 16 tahun, khususnya terkait stabilitas emosional dan kemandirian hidup, agar dapat dirancang intervensi pendukung yang tepat. Ketiga, perlu dilakukan studi tentang peran orang tua dan lingkungan sekolah dalam membentuk sikap remaja terhadap perkawinan dini, termasuk bagaimana pendidikan seksual formal di sekolah memengaruhi pilihan hidup mereka, sehingga kebijakan pencegahan bisa lebih terarah dan efektif.
| File size | 145.88 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
LLDIKTI13LLDIKTI13 Tingkat pengetahuan dan kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di SMA Negeri 1 Unggul Darul Imarah berada pada kategori pengetahuanTingkat pengetahuan dan kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di SMA Negeri 1 Unggul Darul Imarah berada pada kategori pengetahuan
UNIBAUNIBA Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap remaja tentang pencegahan HIV/AIDS. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap remaja tentang pencegahan HIV/AIDS. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif.
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Sebanyak 285 siswa SMP Negeri X Parung Panjang berpartisipasi dalam penelitian ini. Analisis data univariat menggunakan uji proposi dan analisis bivariatSebanyak 285 siswa SMP Negeri X Parung Panjang berpartisipasi dalam penelitian ini. Analisis data univariat menggunakan uji proposi dan analisis bivariat
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF Kekurangan asupan nutrisi pada fase ini dapat berdampak pada terhambatnya pertumbuhan fisik serta menimbulkan gangguan perkembangan mental. Salah satuKekurangan asupan nutrisi pada fase ini dapat berdampak pada terhambatnya pertumbuhan fisik serta menimbulkan gangguan perkembangan mental. Salah satu
RESEARCHHUBRESEARCHHUB Temuan ini menunjukkan pentingnya intervensi psikologis, edukasi berkelanjutan, dan dukungan emosional dalam perawatan pasien DM untuk meningkatkan ketahananTemuan ini menunjukkan pentingnya intervensi psikologis, edukasi berkelanjutan, dan dukungan emosional dalam perawatan pasien DM untuk meningkatkan ketahanan
STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian pre eksperimental dengan one grup pre-test post-test design, dengan jumlah sampel 30 orangMetode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian pre eksperimental dengan one grup pre-test post-test design, dengan jumlah sampel 30 orang
POLTEKKES SORONGPOLTEKKES SORONG 2%) dan baik (2. 4%) dibandingkan dengan sumber informasi dari Orang Tua, TV dan radio cenderung rendah. Dapat disimpulkan bahwa remaja mengakses informasi2%) dan baik (2. 4%) dibandingkan dengan sumber informasi dari Orang Tua, TV dan radio cenderung rendah. Dapat disimpulkan bahwa remaja mengakses informasi
UMSBUMSB Hasil uji statistik ada hubungan yang signifikan antara status pernikahan (P = 0,002), pendidikan (P = 0,001), pekerjaan (P = 0,001), jumlah anak (P =Hasil uji statistik ada hubungan yang signifikan antara status pernikahan (P = 0,002), pendidikan (P = 0,001), pekerjaan (P = 0,001), jumlah anak (P =
Useful /
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Kesiapan menghadapi menarche diukur sebelum dan sesudah intervensi. Sebelum edukasi, mayoritas siswi (53,3 %) berada pada tingkat tidak siap. SetelahKesiapan menghadapi menarche diukur sebelum dan sesudah intervensi. Sebelum edukasi, mayoritas siswi (53,3 %) berada pada tingkat tidak siap. Setelah
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Permainan meniup lidah dengan teknik pursed lips breathing efektif menurunkan laju pernapasan dan meningkatkan saturasi oksigen anak pneumonia. IntervensiPermainan meniup lidah dengan teknik pursed lips breathing efektif menurunkan laju pernapasan dan meningkatkan saturasi oksigen anak pneumonia. Intervensi
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Dengan prevalensi 24,1%, stunting merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia. Gangguan pertumbuhan linear akibat malnutrisi dan asupan nutrisi yangDengan prevalensi 24,1%, stunting merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia. Gangguan pertumbuhan linear akibat malnutrisi dan asupan nutrisi yang
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Pengalaman petugas kesehatan dan pasien dalam menerapkan perencanaan pemulangan dalam studi ini mengungkapkan bahwa masih terdapat kekurangan yang menjadiPengalaman petugas kesehatan dan pasien dalam menerapkan perencanaan pemulangan dalam studi ini mengungkapkan bahwa masih terdapat kekurangan yang menjadi