DWCUDWCU
Gema TeologiGema TeologiDalam artikel ini kami memperlihatkan hasil penelitian empiris tentang bagaimana mahasiswa Muslim dan Kristen di Indonesia bersikap terhadap pluralitas agama. Konsep dan klasifi kasi tentang pluralitas agama yang hendak kami teliti diambil dan dimodifi kasi dari Paul Knitter. Hal ini dilakukan karena penelitian semacam ini sudah pernah dilakukan dan telah teruji dalam studi perbandingan lintas agama. Kami mengembangkan lima model sikap terhadap pluralitas agama secara teoritis dan mengujinya secara empiris pada responden kami, yaitu mahasiswa Muslim dan Kristen di Ambon dan Yogyakarta. Dalam penelitian ini kami mencoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian sebagai berikut: Apakah data empiris mengkonfi rmasi konsep teoritis tentang sikap terhadap pluralitas agama? Sikap terhadap pluralitas agama yang bagaimana yang dapat ditemukan di antara mahasiswa Muslim dan Kristen di Indonesia, dan apakah ada perbedaan yang signifi kan di antara kedua kelompok agama ini? Bagaimana karakteristik dari setiap model sikap yang muncul baik di tengah mahasiswa Muslim maupun Kristen?.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada tiga model sikap umum terhadap pluralitas keagamaan yang dikenali oleh kedua kelompok agama, khususnya para mahasiswa (Islam dan Kristen), yaitu.monisme, pluralisme kesamaan, dan pluralisme relatifi stik.Kami menemukan bahwa bagi kedua kelompok agama, karakteristik latar belakang dan keyakinan agama melalui penggambaran Muhammad bagi umat Muslim ataupun penggambaran Yesus bagi umat Kristiani berkorelasi lebih banyak dengan model monisme dibandingkan dengan kedua model pluralisme (pluralisme kesamaan maupun pluralisme relatifi stik).Selain itu kedua kelompok agama setuju bahwa keyakinan agama (penggambaran tentang Muhammad bagi Muslim dan penggambaran tentang Yesus bagi Kristen) hampir selalu berkorelasi kuat dengan model monisme dan model pluralistik, kecuali tidak ada kaitan antara penggambaran tentang Yesus dan model pluralisme kesamaan di antara responden Kristen.
Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan agar dilakukan studi lanjutan yang lebih mendalam tentang korelasi dan pengaruh antara pemahaman tentang Tawhid sebagai monoteisme dengan konsep anti pluralisme dalam konteks pluralitas agama-agama di tengah umat Muslim. Selain itu, perlu juga dilakukan penelitian lebih lanjut tentang keyakinan keagamaan yang dapat dijabarkan dan diperiksa lebih jauh dalam kaitannya dengan korelasi dan dampak atas sikap-sikap terhadap pluralitas agama. Studi lanjutan juga dapat dilakukan untuk memahami mengapa keyakinan agama tradisional kurang relevan dengan pluralisme, dan bagaimana keyakinan agama yang mendorong keterbukaan dan keinginan untuk lebih menerima model-model pluralistik dapat dikembangkan.
| File size | 343.77 KB |
| Pages | 36 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan membaca novel Rahvayana karya Sujiwo Tejo, menginventarisasi data,Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan membaca novel Rahvayana karya Sujiwo Tejo, menginventarisasi data,
UM SURABAYAUM SURABAYA Terutama tokoh utama yang mencoba untuk membantu perekonomian ibunya. Hal tersebut perlu diimplementasikan, karena saat ini era digitalisasi yang membuatTerutama tokoh utama yang mencoba untuk membantu perekonomian ibunya. Hal tersebut perlu diimplementasikan, karena saat ini era digitalisasi yang membuat
RCRSRCRS Pluralisme agama di Indonesia menghadapi tantangan serius akibat penafsiran dangkal, klaim kebenaran teologis, dan formalisme agama yang mengabaikan dimensiPluralisme agama di Indonesia menghadapi tantangan serius akibat penafsiran dangkal, klaim kebenaran teologis, dan formalisme agama yang mengabaikan dimensi
STFXAMBONSTFXAMBON Kerangka ini memungkinkan pengakuan agensi moral lintas iman tanpa mengaburkan identitas iman partikular. Pemikiran Abelard dapat menjadi landasan dialogKerangka ini memungkinkan pengakuan agensi moral lintas iman tanpa mengaburkan identitas iman partikular. Pemikiran Abelard dapat menjadi landasan dialog
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Pendidikan demikian membentuk identitas iman yang teguh sekaligus inklusif, sehingga peserta didik mampu hidup damai di tengah pluralitas. Paradigma iniPendidikan demikian membentuk identitas iman yang teguh sekaligus inklusif, sehingga peserta didik mampu hidup damai di tengah pluralitas. Paradigma ini
STFXAMBONSTFXAMBON Di tengah keragaman agama dan budaya yang ada, dialog ini berperan sebagai jembatan untuk menciptakan pemahaman, toleransi dan kerja sama antar umat beragama.Di tengah keragaman agama dan budaya yang ada, dialog ini berperan sebagai jembatan untuk menciptakan pemahaman, toleransi dan kerja sama antar umat beragama.
STIQ ALMULTAZAMSTIQ ALMULTAZAM Meskipun keberagaman ini menjadi sumber kekayaan sosial yang luar biasa, hal tersebut juga dapat menimbulkan konflik jika tidak dikelola dengan baik. ToleransiMeskipun keberagaman ini menjadi sumber kekayaan sosial yang luar biasa, hal tersebut juga dapat menimbulkan konflik jika tidak dikelola dengan baik. Toleransi
STTAASTTAA Improvisasi ditekankan sebagai cara menjaga dialektika antara identitas Kristen dan relevansi sosial, dengan menuntut pemahaman mendalam terhadap KitabImprovisasi ditekankan sebagai cara menjaga dialektika antara identitas Kristen dan relevansi sosial, dengan menuntut pemahaman mendalam terhadap Kitab
Useful /
MKRIMKRI definisi yang tepat, integrasi pemilukada ke dalam pemilu daerah serentak, serta sinkronisasi jadwal pemungutan suara dan pelantikan. Implementasi desaindefinisi yang tepat, integrasi pemilukada ke dalam pemilu daerah serentak, serta sinkronisasi jadwal pemungutan suara dan pelantikan. Implementasi desain
MKRIMKRI Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih jauh argumentasi hukum (ratio decidendi) Mahkamah Konstitusi yang bersifat open legal policy dan bagaimanaPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih jauh argumentasi hukum (ratio decidendi) Mahkamah Konstitusi yang bersifat open legal policy dan bagaimana
STTAASTTAA Tujuan utamanya adalah menolong para calon pembina dan pembina remaja, khususnya di daerah yang jauh dari kota besar, agar dapat mengembangkan diri menjadiTujuan utamanya adalah menolong para calon pembina dan pembina remaja, khususnya di daerah yang jauh dari kota besar, agar dapat mengembangkan diri menjadi
DWCUDWCU Selama masa penjajahan, hubungan Islam-Kristen sering kali diwarnai ketegangan akibat dinamika penjajah dan yang dijajah. Pemisahan yang diterapkan olehSelama masa penjajahan, hubungan Islam-Kristen sering kali diwarnai ketegangan akibat dinamika penjajah dan yang dijajah. Pemisahan yang diterapkan oleh