YASIN ALSYSYASIN ALSYS

International Journal of Humanities, Education, and Social SciencesInternational Journal of Humanities, Education, and Social Sciences

Penelitian ini menyelidiki fenomena menunggu proses persidangan dalam sistem pemasyarakatan Nigeria, khususnya pada narapidana di Jos Correctional Service. Penelitian bertujuan untuk mendefinisikan sifat fenomena menunggu persidangan, mengidentifikasi faktor penyebab, menilai dampak sosial‑hukum, dan mengusulkan solusi yang dapat diterapkan. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan wawancara terhadap 100 responden yang meliputi 80 narapidana yang menunggu persidangan, 5 pejabat penjara, 5 perwakilan Pengadilan Tinggi, dan 10 anggota Kepolisian Nigeria. Analisis kuantitatif menggunakan tabel distribusi frekuensi, sedangkan data kualitatif ditafsirkan secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa penahanan lama tanpa persidangan melanggar prinsip praduga tak bersalah, memperparah kepadatan penjara, menimbulkan stres psikologis, serta menimbulkan ketidakefisienan sistem. Faktor utama yang diidentifikasi meliputi inersia birokrasi dalam proses peradilan, keterlambatan investigasi, serta kurangnya bantuan hukum.

Penelitian ini secara kritis menelaah fenomena penahanan menunggu persidangan di layanan koreksi Nigeria dengan studi kasus Jos Correctional Service.Data kuantitatif dan kualitatif mengungkap defisiensi sistemik seperti inefisiensi investigasi, penundaan penuntutan, keterbatasan akses bantuan hukum, dan inersia birokrasi yang memperparah pelanggaran hak fundamental serta kepadatan penjara.Penelitian menyarankan reformasi berupa digitalisasi proses pengadilan, profesionalisasi penyelidikan polisi, penyediaan bantuan hukum wajib, dan penerapan alternatif non‑kustodial sebagai langkah konkret untuk mengurangi penahanan pra‑sidang.

Salah satu arah penelitian selanjutnya adalah mengevaluasi sejauh mana digitalisasi prosedur pengadilan dapat mempercepat penyelesaian kasus pra‑sidang di Nigeria, dengan membandingkan waktu proses sebelum dan sesudah implementasi sistem elektronik. Penelitian lain dapat menyelidiki efektivitas alternatif non‑kustodial seperti probasi, layanan komunitas, dan perjanjian plea‑bargaining dalam mengurangi jumlah tahanan yang menunggu persidangan, serta mengukur dampaknya terhadap tingkat recidivisme. Selanjutnya, studi komparatif antara model penjara swasta dan publik dapat menilai perbedaan dalam perlindungan hak asasi narapidana, manajemen kepadatan, dan efisiensi operasional, sehingga memberikan dasar kebijakan bagi keputusan privatisasi. Penelitian-penelitian tersebut sebaiknya menggunakan desain longitudinal untuk memantau perubahan selama beberapa tahun, serta melibatkan sampel dari berbagai negara bagian Nigeria agar temuan dapat digeneralisasi. Metode campuran antara survei, wawancara mendalam, dan analisis data sekunder akan memberikan gambaran yang komprehensif. Hasilnya diharapkan dapat memperkuat rekomendasi reformasi hukum dan memperbaiki keadilan sosial dalam sistem peradilan pidana. Dengan demikian, studi lanjutan ini dapat menjadi kontribusi penting bagi pembuat kebijakan, praktisi hukum, dan masyarakat luas.

  1. The Causes of Awaiting Trial of Inmates in Nigerian Correctional Service: A Case Study of Jos Correctional... doi.org/10.58578/IJHESS.v3i3.7616The Causes of Awaiting Trial of Inmates in Nigerian Correctional Service A Case Study of Jos Correctional doi 10 58578 IJHESS v3i3 7616
Read online
File size263 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test