UPI YAIUPI YAI

Psikologi Kreatif InovatifPsikologi Kreatif Inovatif

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengukur , populasi sebanyak 256 siswa, dengan sampel penelitian 163 responden menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala Likert. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda aplikasi JASP versi 0.19 for windows. Pengaruh internal locus of control terhadap prokrastinasi akademik diperoleh koefisien regresi sebesar -2,635 dan p = 0,009 < 0,05, disimpulkan ada pengaruh negatif internal locus of control terhadap prokrastinasi akademik. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi internal locus of control maka semakin rendah prokrastinasi akademik. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah internal locus of control maka semakin tinggi pula prokrastinasi akademik individu. Pengaruh self efficacy terhadap prokrastinasi akademik diperoleh koefisien regresi sebesar -5,589 dan p= 0,001 < 0,05, disimpulkan ada pengaruh negatif self efficacy terhadap prokrastinasi akademik. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self efficacy maka semakin rendah prokrastinasi akademik. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah self efficacy maka semakin tinggi pula prokrastinasi akademik individu. Pengaruh internal locus of control dan self efficacy terhadap prokrastinasi akademik koefisien regresi sebesar 0,335 dan p= 0,001 < 0,05 maka disimpulkan ada pengaruh internal locus of control dan self efficacy terhadap prokrastinasi akademik.

Internal locus of control memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMP MY, sehingga semakin tinggi tingkat kontrol internal, semakin rendah tingkat prokrastinasi.Self‑efficacy juga berpengaruh negatif secara signifikan, dimana peningkatan self‑efficacy menurunkan tingkat prokrastinasi akademik.Kedua variabel tersebut secara bersama‑sama memberikan kontribusi signifikan dalam menurunkan prokrastinasi akademik, sementara penurunan keduanya meningkatkan prokrastinasi.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana pengaruh dukungan sosial dan tekanan teman sebaya memediasi hubungan antara internal locus of control, self‑efficacy, dan prokrastinasi akademik pada siswa SMP, sehingga dapat menjawab pertanyaan apakah faktor sosial memperkuat atau melemahkan efek kedua konstruk tersebut. Selain itu, studi longitudinal yang melacak perkembangan self‑efficacy dan locus of control dari kelas 7 hingga kelas 9 dapat menguji apakah perubahan kompetensi diri selama masa remaja berhubungan dengan perubahan tingkat prokrastinasi, serta mengidentifikasi intervensi yang paling efektif untuk meningkatkan kedua variabel tersebut. Selanjutnya, penelitian komparatif antar sekolah di wilayah berbeda (misalnya urban vs. rural) dapat mengevaluasi peran konteks budaya dan lingkungan sekolah sebagai moderator pada hubungan internal locus of control, self‑efficacy, dan prokrastinasi akademik, sehingga memberikan gambaran lebih luas mengenai generalisasi temuan saat ini.

Read online
File size845.35 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test