UNANDUNAND

Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial BudayaJurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya

Tulisan ini membahas tentang jaringan kekerabatan matrilineal yang digunakan sebagai modal sosial oleh perempuan caleg dalam Pemilu 2014. Diketahui bahwa di Minangkabau yang menganut sistem kekerabatan matrilineal, dimana terdapat ninik mamak dan bundo kanduang yang berperan besar dalam kaum. Hal ini menjadi modal sosial yang dapat digunakan oleh perempuan caleg sebagai strategi untuk mendapatkan dan meraih dukungan suara. Penelitian dilakukan terhadap tiga orang perempuan caleg yang maju untuk DPRD Sumatera Barat, dua di antaranya adalah petahana. Metode penelitian adalah kualitatif dengan tipe studi kasus. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara mendalam kepada perempuan caleg, dan orang‑orang yang terlibat dalam proses pemenangan caleg seperti ninik mamak dan bundo kanduang.

Meskipun bundo kanduang memiliki peran dan kedudukan tinggi dalam sistem sosial budaya Minangkabau, pengaruhnya terhadap perolehan suara perempuan caleg dalam pemilu tidak signifikan.Sistem kekerabatan matrilineal menyediakan jaringan sosial yang kuat, memungkinkan perempuan caleg memanfaatkan ikatan keluarga dan tokoh adat seperti ninik mamak untuk memperluas basis dukungan.Oleh karena itu, keberhasilan perempuan caleg lebih dipengaruhi oleh strategi mobilisasi jaringan matrilineal daripada otoritas formal bundo kanduang.

Penelitian selanjutnya dapat membandingkan pengaruh jaringan kekerabatan matrilineal dengan jaringan patrilineal terhadap keberhasilan kandidat perempuan di provinsi lain, sehingga dapat menguji apakah pola modal sosial ini bersifat universal atau khusus wilayah Minangkabau. Selanjutnya, diperlukan studi kuantitatif yang mengukur kontribusi spesifik tokoh adat seperti ninik mamak dan bundo kanduang terhadap persentase suara yang diperoleh perempuan caleg, guna memberikan bukti empiris tentang efektivitas masing‑masing peran. Terakhir, sebuah penelitian longitudinal dapat diteliti bagaimana perubahan modal sosial perempuan caleg memengaruhi peluang re‑eleksi mereka pada pemilu berikutnya, dengan memperhatikan dinamika jaringan keluarga dan organisasi sosial selama periode mandat.

  1. JARINGAN KEKERABATAN MATRILINEAL SEBAGAI MODAL SOSIAL PEREMPUAN CALEG DALAM PEMILU 2014 | Jurnal Antropologi:... doi.org/10.25077/jaisb.v19.n2.p167-178.2017JARINGAN KEKERABATAN MATRILINEAL SEBAGAI MODAL SOSIAL PEREMPUAN CALEG DALAM PEMILU 2014 Jurnal Antropologi doi 10 25077 jaisb v19 n2 p167 178 2017
Read online
File size121.83 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test