IAFORISIAFORIS

ICIEICIE

Penelitian ini membahas persoalan rendahnya dan timpangnya perilaku menabung di berbagai negara yang dipengaruhi oleh perbedaan sistem ekonomi. Masalah utama yang dikaji adalah bagaimana sistem ekonomi kapitalis, sosialis, dan campuran membentuk pola tabungan individu maupun nasional di tengah tantangan global seperti konsumerisme, ketidakpastian ekonomi, dan meningkatnya biaya hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara karakteristik sistem ekonomi dan perilaku menabung, serta mengidentifikasi faktor institusional, kebijakan, dan budaya yang berperan dalam pembentukan pola tersebut. Metode yang digunakan adalah kajian kualitatif berbasis studi pustaka dan analisis komparatif terhadap teori ekonomi serta studi kasus dari berbagai negara. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk menelusuri perbedaan mekanisme tabungan dalam masing-masing sistem ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kapitalis mendorong tabungan individu melalui insentif pasar dan inovasi keuangan, namun rentan terhadap ketimpangan dan konsumsi berlebihan. Sistem sosialis menekankan tabungan kolektif melalui negara, tetapi cenderung melemahkan motivasi individu. Sementara itu, sistem ekonomi campuran relatif lebih seimbang dalam mendorong inklusi keuangan dan ketahanan ekonomi. Kontribusi penelitian ini terletak pada penegasan bahwa sistem tabungan yang efektif memerlukan integrasi antara tanggung jawab individu, dukungan institusional, dan nilai budaya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku menabung sangat dipengaruhi oleh sistem ekonomi yang berlaku, dengan sistem kapitalis mendorong tabungan individu melalui insentif pasar, sistem sosialis menekankan tabungan kolektif, dan sistem ekonomi campuran menawarkan pendekatan yang lebih seimbang.Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, diperlukan integrasi antara tanggung jawab individu, dukungan institusional, dan nilai budaya yang mendukung tabungan.Oleh karena itu, kebijakan ekonomi harus dirancang untuk mendorong tabungan secara efektif dan berkelanjutan.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai pengaruh faktor budaya terhadap perilaku menabung di berbagai negara, dengan fokus pada bagaimana nilai-nilai tradisional dapat dimanfaatkan untuk mendorong tabungan jangka panjang. Kedua, penelitian dapat mengkaji efektivitas berbagai kebijakan pemerintah dalam meningkatkan tingkat tabungan, seperti insentif pajak atau program tabungan yang disubsidi, serta dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana perkembangan teknologi keuangan (fintech) dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi layanan tabungan, terutama bagi kelompok masyarakat yang kurang terlayani. Dengan menggabungkan ketiga arah penelitian ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana menciptakan sistem tabungan yang inklusif, berkelanjutan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang merata.

Read online
File size249.66 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test