UNANDUNAND

Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial BudayaJurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji mengenai apakah penyakit bawaan menjadi resiko mutlak pada semua jenis perkawinan sepupu. Metode: kajian ini merupakan sebuah hasil review dari berbagai literatur mengenai perkawinan sepupu dan penyakit bawaan dalam perkawinan sepupu, serta penelitian kualitatif yang dilakukan pada masyarakat Mandailing di desa Tanjung Baringin Sumatera Utara yang banyak memperaktekkan perkawinan sepupu silang. Hasil menunjukkan bahwa resiko penyakit yang menjadi dampak perkawinan sepupu, bukanlah dampak negatif yang mutlak pada semua pasangan sepupu. Pasangan sepupu yang bersifat paralel memiliki kemungkinan yang besar untuk mengalaminya. Hal tersebut dapat dibuktikan dari beberapa peneliti yang mengkaji resiko kesehatan pada populasi yang mempraktikkan perkawinan sepupu paralel. Pada pasangan sepupu yang cross-cousin tidak menemukan adanya dampak resiko kesehatan. Oleh sebab itu, perkawinan sepupu hingga saat ini masih tetap bertahan terutama pada perkawinan sepupu silang.

Kajian-kajian mengenai resiko kesehatan tidak membuat perkawinan sepupu ditinggalkan.Hal ini didasari karena tidak semua resiko kesehatan akan berdampak pada semua pasangan perkawinan sepupu.Populasi yang mempraktikkan perkawinan sepupu silang tetap bertahan hingga saat ini karena fungsi dan manfaat perkawinan sepupu.Namun, masalah kesehatan pada anak-anak tidak hanya disebabkan oleh faktor perkawinan sepupu, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan, makanan, dan kebiasaan buruk.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang dari perkawinan sepupu silang pada generasi berikutnya, terutama dalam konteks genetika dan kesehatan mental. Selain itu, studi tentang perbandingan tingkat risiko kesehatan antara masyarakat yang mempraktikkan perkawinan sepupu paralel dan silang dapat memberikan wawasan lebih dalam. Penelitian lain bisa fokus pada faktor budaya dan sosial yang mendorong pilihan perkawinan sepupu meskipun ada risiko kesehatan, termasuk peran pendidikan dan kesadaran masyarakat terhadap isu genetika.

Read online
File size117.38 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test